Menu

Mode Gelap
Al Rizky, Putra Asal Tangsel Raih Juara Tiga Pencak Silat Piala Presiden 2026 Disidak Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, Pengembang Poris Indah Graha Langsung Buka Akses Jalan Warga Aurel Bawa Semangat Peduli Lingkungan di Ajang Miss Bintang Remaja Indonesia 2026 Dukung Indonesia Maju, Pemilik Warung di Tangerang Tak Takut Disensus Ekonomi BPPH MPC PP Kota Tangerang Kawal Korban Penculikan oleh Polisi Gadungan di Rajeg Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar

Tangerang Raya

Kontrol Teratur Bisa Cegah Risiko Kehamilan

badge-check


					Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS. Sari Asih Cipondoh, dr. Raden Kania Praharsini, Sp OG.(ist) Perbesar

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS. Sari Asih Cipondoh, dr. Raden Kania Praharsini, Sp OG.(ist)

TANGERANG-Setiap ibu hamil dapat memilih memeriksakan kondisi kehamilannya ke bidan ataupun dokter spesialis kandungan. Keduanya memiliki kompetensi untuk menangani ibu hamil dan dapat membantu memberikan informasi serta menangani kehamilan yang dijalani, namun ada beberapa perbedaan yang akan mempengaruhi pemilihan metode dan tempat persalinan bagi setiap ibu hamil.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS. Sari Asih Cipondoh, dr. Raden Kania Praharsini , SpOG, mengatakan, konsultasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan maupun oleh dokter spesialis kandungan bertujuan untuk mendeteksi risiko kehamilan apa saja yang dapat terjadi, yang pada akhirnya akan menentukan metode persalinan yang ditempuh.

“Penentuan proses persalinan yang akan dijalani oleh ibu hamil sudah dapat ditentukan sejak awal. Oleh sebab itu, kontrol kehamilan yang teratur sangat bermanfaat guna menghindari risiko kehamilan yang lebih tinggi, serta membantu menentukan perencanaan selama kehamilan, proses persalinan, dan perawatan setelahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dr Kania menyebutkan jika kehamilan tidak bermasalah, maka proses persalinan spontan bisa dilakukan oleh bidan terdekat, tanpa bantuan penggunaan obat-obatan atau alat apapun. Namun jika kehamilan yang dijalani memiliki komplikasi dan berisiko tinggi, persalinan tidak dapat dilakukan oleh bidan dan harus dibantu oleh dokter kandungan, dengan cara persalinan yang beragam, dari persalinan spontan, pemberian obat-obatan, penggunaan alat bantu seperti alat vakum, hingga operasi seksio sesarea.“Tergantung dari kondisi ibu hamil dan janin yang dikandung,” katanya.(rls/setia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Al Rizky, Putra Asal Tangsel Raih Juara Tiga Pencak Silat Piala Presiden 2026

27 Juni 2026 - 21:34 WIB

Disidak Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, Pengembang Poris Indah Graha Langsung Buka Akses Jalan Warga

27 Juni 2026 - 16:07 WIB

Aurel Bawa Semangat Peduli Lingkungan di Ajang Miss Bintang Remaja Indonesia 2026

26 Juni 2026 - 14:30 WIB

Dukung Indonesia Maju, Pemilik Warung di Tangerang Tak Takut Disensus Ekonomi

26 Juni 2026 - 11:38 WIB

Trending di Ekonomi