Menu

Mode Gelap
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar Wali Kota Sachrudin: Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sajikan Kuliner Khas Sunda, Tinawati Andra Soni Kunjungi Dopamine Cafe di Balaraja Tangerang Pawai Obor hingga Banjir Doorprize Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Al Muhajirin Cipondoh Jalani Tugas Terakhir Sebagai Paskibraka Kota Tangerang, Gibran Tampil Maksimal dan Merasa Haru Merajut Kehidupan dari Titik Terendah, Kisah Perjuangan Ibu Ila Bersama PNM Mekaar

Lifestyle

Bank Sampah Gawe Rukun Kunciran Indah Budidaya Ikan Lele Organik, Hasilnya Boleh Gratis untuk Warga

badge-check


					Pengelola Bank Sampah Gawe Rukun, Tukidi, meperlihatkan ikan lele organik yang dikelolanya.(iwan) Perbesar

Pengelola Bank Sampah Gawe Rukun, Tukidi, meperlihatkan ikan lele organik yang dikelolanya.(iwan)

TANGERANG, Jagadbanten.id – Bank Sampah Gawe Rukun yang berada di lingkungan RT 01 RW 01, Kunciran Indah, Pinang, Kota Tangerang, programnya terus menyasar bidang lainnya.

Bank Sampah yang didirikan tahun 2010 itu kini sudah memiliki kegiatan budidaya ikan lele organik. Sebelumnya di lokasi itu sudah ada kegiatan warga menabung sampah, pengolahan kompos, penanaman sayur-mayur, dan kegiatan penyuluhan soal sampah dan kompos.

Adapun kegiatan budidaya ikan lele organik di lokasi itu untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat dan bergizi warga. Sehingga programnya sangat didukung warga setempat.

Pengelola Bank Sampah Gawe Rukun Tukidi mengatakan, bahwa kegiatan budidaya ikan lele organik merupakan turunan dari program-program Bank Sampah Gawe Rukun sebelumnya. Kegiatan tetap melibatkan partisipasi warga. “Selain itu tentunya ada nilai ekonomi dan kesehatan bagi warga,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (19/8/2024).

Pelibatan warga, kata Tukidi, mereka dengan kesadarannya mengumpulkan sisa-sisa sayuran dari rumahnya ke lokasi bank sampah. Kemudian bahannya dibuat kompos yang diperuntukan untuk pakan ikan lele yang dikelola Bank Sampah Gawe Rukun.

Bank Sampah Gawe Rukun Kunciran Indah Budidaya Ikan Lele Organik, Hasilnya Boleh Gratis untuk Warga

Pengelola Bank Sampah Gawe Rukun, Tukidi, memperlihatkan ikan lele organik yang dikelolanya.(iwan)

Pengumpulan sisa-sisa sayuran itu dilakukan warga setiap hari. Tujuannya sisa sayuran yang merupakan sampah organik itu akan diolah dan dimanfaatkan untuk pakan ikan lele.

Menurutnya, dengan adanya budidaya ikan lele organik di sini maka warga juga bisa secara gratis mengambil ikan lele tersebut. Namun lebih penting lagi adanya kesadaran warga menjaga lingkungan karena telah memanfaatkan sampah-sampah organik untuk diolah.

Ramah Lingkungan dan Lebih Bergizi

Budidaya ikan lele organik di Bank Sampah Gawe Rukun oleh Tukidi disebutnya  sebagai penggemukan ikan lele. Karena bibit lele dibeli dari luar lalu digemukan disini dengan mengadopsi hidup ikan tersebut seperti di alam bebas.

Kemudian untuk media dan pakannya berasal dari bahan organik. Karena serba organik tadi maka air kolam tidak bau dan tidak ada residu. Berbeda bila dengan anorganik pakannya bisa dari pabrik dan mengandung zat kimia. Jadi pengelolaan ikan lele organik juga ramah lingkungan.

Diketahui dari segi gizi ikan lele organik kolesterolnya lebih rendah karena mengandung asam lemak tidak jenuh. Sehingga ikan lele organik lebih sehat dikonsumsi ketimbang lele yang konvensional.

Peduli Kebersihan Lingkungan dan Keindahan

Bank Sampah Gawe Rukun Kunciran Indah Budidaya Ikan Lele Organik, Hasilnya Boleh Gratis untuk Warga

Kunjungan komunitas Paragon Green yang pesertanya dari kampus UNTIRTA, UNIS, UMT, UT, dan UNPAM.(iwan)

Bank Sampah Gawe Rukun didirikan di antaranya untuk meminimalisir banyaknya sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Tangerang. Selain itu mengajak para warga peduli lingkungan agar selalu bersih dan indah.

Awalnya membutuhkan waktu 8 bulanan untuk mensosialisasikan tentang tabungan sampah ke warga di Bank Sampah Gawe Rukun. Saat itu programnya hanya diikuti sekitar 17 kepala keluarga (KK) namun akhirnya meluas sampai 54 KK.

Keberadaanya terus bermanfaat bagi warga dan sekitarnya terutama dalam perubahan perilaku masyarakat akan kepedulian lingkungan. Sehingga bank sampah ini kerap jadi rujukan dari lembaga atau elemen masyarakat.

Seperti kunjungan terbaru datang dari Komisi 3 DPRD Bangka Belitung dan kunjungan komunitas Paragon Green yang pesertanya dari kampus UNTIRTA, UNIS, UMT, UT, dan UNPAM.(iwan setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar

23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Wali Kota Sachrudin: Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

23 Juni 2026 - 08:57 WIB

Sajikan Kuliner Khas Sunda, Tinawati Andra Soni Kunjungi Dopamine Cafe di Balaraja Tangerang

19 Juni 2026 - 20:02 WIB

Pawai Obor hingga Banjir Doorprize Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Al Muhajirin Cipondoh

19 Juni 2026 - 07:28 WIB

Trending di Lifestyle