TANGERANG, Jagadbanten.id – Nurmila (37), warga lingkungan RT 04/08, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, mengaku tidak takut saat disensus ekonomi (SE) 2026 oleh petugas.
Saat petugas sensus datang dirinya mempersilahkan petugas tersebut duduk di teras warung kelontongnya. Kemudian menjawab setiap pertanyaan dengan tenang dan lancar. “Saya tak takut disensus sama petugas seperti sekarang ini,” katanya spontan di sela-sela ditemui petugas sensus, Rabu 24 Juni 2026.

Ia kemudian balik bertanya. Kenapa harus takut, kan tujuannya positif dan juga untuk kebermanfaatan semua. Karena itu alasan mereka membutuhkan data lengkap dan valid ini dari masyarakat untuk perbaikan ekonomi.
Dirinya yakin sensus ekonomi 2026 ini untuk perbaikan ekonomi masyarakat yang diawali lewat pendataan. Karena itu harus didukung karena upaya menuju Indonesia maju dan lebih baik.
Sedangkan untuk mengetahui pemahaman soal sensus, Nurmila sebelumnya kerap membaca-baca informasi mengenai sensus ekonomi.
Sehingga dengan mendapat informasi yang benar soal sensus ekonomi menjadi mengetahui tujuan sensus tersebut. Kemudian saat didatangi petugas sensus di warungnya dirinya tidak curiga atau ketakutan.
Namun dengan senang hati dan terbuka menerima tujuan kedatangan petugas sensus ekonomi. Kemudian memberikan informasi mengenai data-data yang dibutuhkan terkait sensus.
Adapun pertanyaan kepada Nurmila mulai dari soal lokasi usaha warung kelontongnya, statusnya mengontrak atau tidak, barang jualan yang ada di warung, jumlah per barang biayanya yang dibeli dan terjual dalam sehari dan juga aset apa saja yang dimiliki.
Selain itu seputar pertanyaan kebutuhan bulanan hingga tahunan yang dikeluarkan oleh keluarga. Mulai dari pemakaian listrik, gas, masak, hingga biaya sekolah anak.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di lingkungan RT 04/08, Kelurahan Cipondoh, Puji Yanti mengatakan, bahwa wilayah warga yang menjadi tugasnya semua merespon positif ketika didatangi. “Alhamdulillah pada mau disensus di antaranya bu Nurmila tadi ketika saya datangi sangat merespon,” katanya.
Menurutnya, karena mudah melakukan pendataan sensus di wilayah itu maka jadi melancarkan kegiatan sensus yang diadakan BPS Kota Tangerang. Karena itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bersedia didata.
Puji Yanti mengatakan, kegiatan pendataan yang dilakukannya sudah dimulai dari tanggal 15 Juni dan akan berakhir tanggal 31 Agustus 2026.
Ia menegaskan, kegiatan sensus ekonomi 2026 ini bertujuan untuk mewujudkan data Indonesia maju. Mengetahui gambaran ekonomi masyarakat Indonesia dan bekal pemerintah untuk memutuskan suatu kebijakan.(iwan)






