Bantu Emak-emak Peroleh Tambah Pendapatan, PNM Tangerang Gandeng Greenleaf Indonesia

0 39
TANGERANG – PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal dengan PNM melalui Unit Usaha Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), melatih sekitar 250 emak-emak Nasabah Mekaar di Area Tangerang 4 Regional Tangerang mendapatkan pencerahan berupa peluang usaha franchise dari PT Global Greenleaf Indonesia.

 

Adapun para nasabah itu yang tersebar di 5 cabang Mekaar seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang yakni Cabang Mekaar Tangerang, Cabang Mekaar Karawaci, Cabang Mekaar Neglasari, Cabang Mekaar Teluk Naga 1 dan Cabang Mekaar Teluk Naga 2.
Pelatihan kepada emak-emak yang merupakan nasabah perusahaan plat merah di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kali ini lain dari pelatihan biasanya. Pelatihan kali ini lebih banyak berisi tayangan keunggulan produk hasil riset dan uji coba produk ramah lingkungan berharga ekonomis dan telah mengantongi ISO 9001 yang merupakan sertifikat berstandar internasional untuk kategori mutu untuk kepuasan pelanggan.

 

Perusahaan memiliki semboyan produknya berkwalitas tinggi dan berharga murah itu sedang melakukan ekspansi besar-besaran dengan memberikan promo harga franchase hanya seharga Rp1.450.000,- dan mendapatkan paket hadiah sebanyak enam macam pilihan.
img 20210420 wa0032
Masyarakat usai belanja produk Greenleaf.(ist)

Perusahaan yang baru launching di Indonesia pada Oktober 2020 lalu itu memiliki produk ritel sebanyak 7.000 macam aneka kebutuhan hidup mulai produk perwatan badan rumah tangga dan aneka kebutuhan penunjang hidup.

 

Pada sesi pemaparan bisnis plan, Ir. Sri Herawati pemilik Greenleaf Stocist Center (GSC) Karawaci itu mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum pernah ketemu dengan perusahaan networking manapun yang memiliki produk sehebat dan sehandal Greenleaf dengan harga franchise hanya kurang dari 2 juta.“Tidak ada harga frenchais semurah ini dengan jumlah produk ribuan serta keuntungan rata-rata 30-40% per produk yang dijual,” tegasnya.

 

Ratih Kania Dewi selaku Kepala Regional Mekaar Tangerang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa diadakannya pelatihan deviasi usaha yang diselenggarakan menggunakan media sosial online Whats App dari rumah masing-masing nasabah dimaksudkan untuk memberikan alternatif usaha maupun sebagai upaya menambah varian produk bagi emak-emak Nasabah Mekaar agar bisa memenuhi kebutuhan primernya sekaligus berhemat dan memperoleh tambahan pendapatan.

 

Disarankannya agar tetap bisa bertahan dengan menerapkan kebijakan uang ketat dirumah tangga masing-masing dalam menghadapi kondisi saat ini dimana dampak wabah Covid-19 masih terasa. Hal ini guna menjaga daya tahan  ekonomi masyarakat pada umumnya dan kesejahteraan keluarga nasabah pada khususnya.

 

“Dampak Covid-19 tidak hanya dialami oleh kalangan strata ekonomi rendah, menengah bahkan kelas orang kaya. Ibu-ibu harus pandai-pandai mengatur keuangan keluarga dan berbelanja hanya hal-hal sifatnya sangat perlu dan mengesampingkan hal-hal yang tidak terlalu penting.” ujar ibu tiga anak itu.

 

Lebih lanjut diungkapkan Ratih, PNM Mekaar di Tangerang telah berjalan sekitar 5 tahun sejak 2016 telah berhasil meningkatkan taraf hidup ribuan keluarga prasejahtera. Ditambahkannya bahwa pelatihan kali ini merupakan pelatihan pertama dengan Grading Sistem Merah 1 di Tahun 2021.

 

Lebih jauh Ratih mengharapkan kepada Ibu-ibu Nasabah Mekaar yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan agar mempraktekan ilmu yang telah diperolehnya, “Kita tidak sembarangan melakukan pelatihan nantinya percuma kalau kita adakan pelatihan tapi tidak di tindak lanjuti oleh mereka,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Muslim PIC Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Tangerang yang mengutip dari sambutan Kadiv PKU, mengungkapkan bahwa yang membedakan antara PNM dengan lembaga keuangan lainnya adalah adanya Pengembangan Kapasitas Usaha.
Program ini di antaranya pelatihan yang dilakukan kepada Kelompok Mekaar di Wilayah Tangerang 7.“Jadi PNM selain memberikan modal financial juga memberikan modal intlektual dan modal sosial. Pemberian modal intlektual diberikan dalam bentuk pelatihan maupun motivasi usaha. Biasanya pelatihan sekaligus sebagai ajang pemberian modal sosial, yakni nasabah disarankan agar tukar pengalaman dan saling bersinergi dengan nasabah lain,” ujarnya.

 

Program lain adalah Sinergy antara Nasabah Mekaar dengan ULaMM (Unit Layanan Modal Micro), yakni Unit Usaha dari PNM dengan plafond pinjaman antara Rp 50 juta hingga Rp 300 juta. Polanya adalah kerjasama timbal balik saling menguntungkan yakni seperti yang terjadi di wilayah Serang, nasabah UlaMM menampung hasil kerajinan Ibu-ibu Mekaar untuk dijual ke pasar yang lebih luas atau sebaliknya Ibu-Ibu Mekaar menjadi pengecer atau reseller Nasabah UlaMM.
img 20210420 wa0030
Beragam produk Greenleaf yang berada di outlet.(ist)

Disamping itu, kata Muslim, PKU dimaksudkan untuk menjaga loyalitas nasabah di samping sebagai sarana menambah nasabah baru melalui pola getok tular antar nasabah dengan yang belum menjadi nasabah. Lebih lanjut diungkapkan bahwa “Dengan pelatihan semacam ini diharapkan nasabah PNM bisa lebih mandiri lagi bisa mengembangkan usaha mereka untuk jadi lebih maju dan bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga kita bisa membantu perekonomian keluarga,” tutupnya.(rls/setia).

 

hut ri kel cipondoh
Loading...