TANGERANG, Jagadbanten.id – Suara gaduh anak-anak bermain terdengar dari tempat belajar membaca Al-Quran di Jalan Anggrek, lingkungan RT 04 RW 02, Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Kegaduhan suara perlahan hilang ketika anak-anak mulai fokus mengaji yang dibimbing Parida. Satu persatu mereka yang merupakan anak-anak usia TK, SD hingga SMP mendapat pembelajaran membaca Al-Quran dari perempuan paruh baya itu.

Setiap hari Parida mengajar anak-anak membaca Al-Quran. Kegiatan dilakukan setelah Ashar dan dijalani dengan sabar. Dirinya sangat senang bila anak didiknya menjadi pintar dan cerdas dalam hal membaca Al-Quran.
Di luar mengajar kesibukan Parida adalah membantu para penderita tuberkulosis (TBC) di lingkungannya supaya cepat sembuh. Kegiatannya mulai dengan sosialisasi pencegahan penyakit TBC di lingkungan. Mengunjungi ke rumah masing-masing penderita hingga mendampingi minum obatnya.
Pengalaman Parida ketika mengunjungi penderita TBC. Mereka sangat senang bila dikunjungi karena merasa ada yang memperhatikan. Mereka juga meminta agar tidak memberitahukan soal penyakitnya. “Jadi saya harus bisa menyimpan rahasia penyakit mereka,” kata Parida ketiak ditemui, Selasa (22/9/2026).
Mereka mengaku merasa malu bila sudah dietahui penyakitnya. Selain itu khawatir akan dijauhi masyarakat. Dalam membantu kesembuhan penderita TBC maka Parida harus pandai-pandai dan tentunya menjaga kerahasiaan penyakit penderita.
Ada juga yang tidak mau mengakui sudah terkena TBC. Sebelumnya warga tersebut sudah dilakukan skrining dan dinyatakan positif. Namun Parida terus mengedukasi mereka supaya mau diobati agar penyakitnya cepat sembuh.
Diketahui penderita TBC di wilayah Kecamatan Cipondoh paling banyak di Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit itu.
Di antaranya lewat gerakan Kader Asmara (Aksi Skrining Mandiri Berbasis Masyarakat) TBC yang diluncurkan beberapa tahun lalu. Sebanyak 1.000 Kader Asmara TBC dari berbagai wilayah siap membantu programnya.
Parida sendiri merupakan salah satu Kader AsmaraTBC yang berasal dari Puskesmas Cipondoh. Dirinya turut bertugas bersama yang lain untuk menuntaskan penyakit TBC hingga 2030.
Sangat jarang warga mau menjadi kader tersebut. Itu karena tugasnya sangat berat dan harus mendampingi sampai sembuh. Bagi penderita TBC bila tidak konsisten minum obatnya maka penyakitnya kembali lagi.(iwan)









