Lembaga Kemanusiaan dan Asosiasi Jurnalis Gelar Aksi Kepedulian di RSU Tangsel

0 22

TANGERANG – Aksi cepat tanggap (ACT) cabang Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Tangerang dan Aliansi Jurnalis Video (AJV) Tangsel memberikan ratusan paket makanan siap saji ke para tenaga kesehatan (nakes), kerabat pasien, dan masyarakat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel, Jum’at (30/7).

 

Kegiatan yang diinisiasi ketiga organisasi tersebut dilancarkan sebagai bentuk dukungan terhadap para nakes serta bentuk kepedulian terhadap keluarga pasien yang terdampak Covid-19.

 

Ketua Cabang ACT Tangsel Agus Subandi mengatakan, aksi bersama yang bertajuk “Operasi Pangan Gratis” (OPG) tersebut menjadi aksi perdana yang dilakukan ketiga organisasi.”Ke depannya, insyaallah akan ada aksi atau campaign bersama lanjutan bersama teman-teman jurnalis sebagai bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat yang terdampak pandemi, khususnya di wilayah Tangsel,” tutur Agus.

 

Ketua Korwil AJV Tangsel Firdaus menuturkan kolaborasi organisasi jurnalis dengan lembaga kemanusian menjadi bukti nyata kepedulian kepada masyarakat dan tenaga kesehatan di masa pandemi covid19.

 

AJV bersama ACT dan PFI Tangerang terus akan bersinergi di masa pandemi ditengah penerapan PPKM level empat.

“Semoga sedikit bantuan ini bisa memberikan energi bagi para nakes didalam memberikan pelayanan kesehatan pasien covid19, sehingga kita bisa bersama sama lekas pulih dari masa sulit ini,”katanya.

 

Sementara itu, Ketua PFI Tangerang Faisal R Syam mengatakan, diberikannya paket makanan tersebut bisa menjadi sedikit bantuan di tengah perjuangan para nakes dalam merawat pasien Covid-19.

“Aksi ini akan terus berjalan dan ke depan aksi juga akan menyasar warga yang menjalani isoman,” ujar Faisal.

 

Kegiatan OPG tersebut merupakan bentuk dukungan lembaga kemanusiaan dan asosiasi jurnalis di Tangsel kepada para nakes lantaran tidak sedikit dari mereka yang ikut terpapar karena selalu berada dekat dengan pasien Covid-19.

 

Sebagaimana diketahui, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Tangsel yang melebihi 90 persen bakal membuat para nakes kewalahan menangani pasien yang terus berdatangan. (eky fajrin/stn)

 

hut ri kel cipondoh
Loading...