Lezatnya Nasi Gule Sapi Bu Mimi Sawah Lama 

0 101

KAWASAN Bintaro dan sekitarnya tak bisa lepas dari ikon pertumbuhan properti. Seiring perjalanan waktu kawasan tersebut juga menjelma jadi surga kuliner.

Berbagai kuliner dijajakan oleh resto sampai kaki lima di daerah yang berbatasan selatan Jakarta itu. Denyut masyarakat setempat kian terlihat ketika mereka berburu kuliner atau sekedar mencari tempat-tempat santai di tempat penjualan makanan.

Namun Anda yang kebetulan melintas di kawasan tersebut belum puas bila tidak menyantap Nasi Gule Sapi Bu Mimi, yang berada di Jalan Merpati Raya Nomor 18B Sawah Lama Ciputat Tangsel. Dari kejauhan kuliner khas buatan Bu Mimi itu menggugah selera, sangat lezat dan nikmat saat disantap. Itu karena bumbu rempahnya sangat komplit dan potongan daging sapinya terasa saat disajikan.

Jagad Banten saat mencari tempat itu juga sangat mudah. Dari Perempatan Duren di Jalan Cendrawasih Raya sekitar 100 meter lurus ke Jalan Merpati Raya, di sebelah kiri terlihat tulisan Nasi Gule Bu Mimi. Penjualnya sangat ramah. Terbukti saat Jagad Banten tiba langsung ditawari makan gule. Rasanya enak sekali hidangan berkuah panas berisi daging sapi itu saat disantap. Saya juga bertanya ke salah satu pembeli pria soal gule ini. “Lah enak banget, kalau enggak enak, enggak mungkin saya balik lagi,” katanya sambil tersenyum.

Gule
Nasi Gule Sapi Bu Mimi siap dihidangkan ke pembeli.(ist)

Bu Mimi yang bernama asli Martini memang cukup serius membuka usaha kuliner ini. Diakuinya membuat kuliner tradisional asal Jawa Tengah ini tidak mudah alias ribet. Dari soal bumbu rempah saja harus komplit ketika dimasak. Jadi kalau asal-asalan tidak maksimal. “Saya mesti totalitas supaya rasanya enak,” katanya saat mengawali perbincangan dengan Jagad Banten di lokasi tempatnya berjualan malam pekan lalu.

Karena pelanggan sudah hapal lezatnya Gule Sapi Bu Mimi sampai-sampai dirinya pernah keteteran melayani pembeli. Padahal saat itu sudah dibantu sang suami, Susanto dan satu karyawan. Sementara terkait kondisi Covid-19 saat ini omzet sedang menurun. Untuk harga tetap per porsi Rp 17 ribu.

Namun Martini dan sang suami optimistis usahanya bakal kembali stabil bahkan meningkat. Ini dibuktikan pasca satu hari setelah Idul Fitri pembeli kembali membludak di tempatnya. Mereka yang makan di tempat juga sudah merasa tenang dan nyaman. Apalagi setelah diberlakukan status New Normal.

Sekitar pukul 19.30 di tengah santainya perbincangan Jagad Banten dengan Martini soal gule mendadak banyak pembeli yang datang. Mereka minta segera dibuatkan gule dengan dibungkus dan lainnya minta makan di tempat.

Pembeli itu rata-rata yang hendak pulang bekerja. Ada juga warga sekitar yang mampir membeli. Nampaknya Martini sudah hapal dengan semua langganan. Misalnya jumlah porsi yang dipesan sampai minumnya yang harus dihidangkan. “Monggo mas, campur apa pisah, apa dibungkus,” tanya Martini ke pembelinya yang baru beberapa menit turun dari motor.

Martini makin sibuk melayani pelanggan. Sang suami pun langsung turun tangan membantu. Sambil membungkus kuah gule Martini sesekali menyapa sejumlah pembelinya. Para pembeli itu sambil duduk dan ada juga yang berdiri menjawab setiap pertanyaan. Mereka setia menunggu beberapa menit untuk pesanan gulenya. Namun mereka sepertinya tidak sabar ingin cepat menyantap gule itu.

Gule Sapi
Martini atau Bu Mimi tengah melayani pembeli Nasi Gule Sapi di tempatnya.(ist)

Setelah pembeli sepi Jagad Banten kembali melanjutkan perbincangan. Tentunya masih seputar gule. Martini mengaku membuka usaha kuliner ini karena terinspirasi suami yang hobi gule. Ada saja setiap pulang kerja dulu pasti beli gule. Faktor lain karena ingin menjadi wirausaha. Karena ingin fokus ke usaha sendiri pasangan tersebut berhenti bekerja dari kantor masing-masing.

Soal kuliner, sebenarnya Martini pernah punya pengalaman saat ikut berjualan dengan saudaranya. Namun saat itu perempuan berusia 38 tahun ini belum begitu tertarik.Sementara yang dibuat dan dijajakan kuliner tradisional ketika itu. Kini usaha yang dirintisnya akan genap 2 tahun Desember nanti.(setia)

Loading...