Menu

Mode Gelap
Sajikan Kuliner Khas Sunda, Tinawati Andra Soni Kunjungi Dopamine Cafe di Balaraja Tangerang Pawai Obor hingga Banjir Doorprize Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Al Muhajirin Cipondoh Jalani Tugas Terakhir Sebagai Paskibraka Kota Tangerang, Gibran Tampil Maksimal dan Merasa Haru Merajut Kehidupan dari Titik Terendah, Kisah Perjuangan Ibu Ila Bersama PNM Mekaar Warga Lingkungan RT 01/08 Kelurahan Gaga Kompak Kerja Bakti Pasang Paving Block Jalan Seminar dan Gathering 2026, ACE Banten: Pererat Solidaritas dan Tingkatkan Kompetensi

Tangerang Raya

Mencegah Banjir dari Meluapnya Embung Batusari di Batuceper

badge-check


					Embung Batusari di Kelurahan Batusari, Batuceper, Kota Tangerang.(jagadbanten/iwan) Perbesar

Embung Batusari di Kelurahan Batusari, Batuceper, Kota Tangerang.(jagadbanten/iwan)

TANGERANG, Jagadbanten.id – Keberadaan embung Batusari di Kelurahan Batusari, Batuceper, Kota Tangerang telah menjadi resapan air bagi lingkungan sekitar.

Selain itu menjadi tempat wisata lokal bagi masyarakat setempat. Karena di lokasi taman embung-nya bisa dimanfaatkan warga untuk bersantai kala sore hari atau di akhir pekan.

Keberadaannya juga dimanfaatkan warga untuk memelihara ikan dengan keramba atau sistem jaring apung. Disamping itu nampak juga banyak warga yang memanfaatkan dengan memancing ikan di lokasinya.

Banjir ke Permukiman Warga

Saat hujan besar embung Batusari tidak mampu menampung air. Akibatnya embung seluas 5 hektare itu airnya meluap hingga masuk ke permukiman warga.

Sementara embung yang tercipta bekas galian pasir sejak puluh tahun itu tidak memiliki pembuangan airnya. Sehingga bila embung meluap menyebabkan air tersebut berbalik arah ke satu saluran dan permukiman warga.

Permukiman warga yang paling terkena ada di lingkungan RT 03 RW 03, Kelurahan Batusari. Jalan lingkungan dan rumah warga tersebut kebanjiran. Antisipasinya jalanan dan rumah-rumah warga ditinggikan.

Salah satu warga, Rasmono mengatakan, bahwa lokasi embung sudah dilakukan pengerukan oleh pemerintah setempat. Namun bila hujan besar tetap banjir ke lingkungan warga. “Itu karena luapan airnya,” katanya. Minggu (5/1/2025).

Untuk mencegah banjir dilakukan pengerukan embung dan dibersihkan sampahnya. Sampah jenis rumah tangga dan plastik itu banyak hanyut ke embung yang berasal dari saluran air.

Menurut Rasmono, sebelumnya di pinggir embung banyak pohon kelapa dan pisang. Beberapa bangunan juga ada. Malah saat itu banjir belum masuk lingkungan warga.

Warga setempat mengharapkan dengan kondisi embung yang kerap meluap dan membanjiri lingkungan warga maka perlu dibuat sodetan. Sehingga air luapan tersalurkan ke tempat lain.

Terpisah, Lurah Batusari Jariri mengatakan, untuk embung Batusari harus ada sodetan agar luapan airnya tersalurkan ke tempat lain. Sudah diusulkan agar ke kali Angkasa Pura. “Mohon doanya agar diizinkan yang bang,” katanya saat dihubungi Jagadbanten.

Menurutnya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang sudah mengetahui hal itu. Sehingga dengan adanya sodetan bila embung meluap maka lingkungan tidak kebanjiran lagi.(setia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sajikan Kuliner Khas Sunda, Tinawati Andra Soni Kunjungi Dopamine Cafe di Balaraja Tangerang

19 Juni 2026 - 20:02 WIB

Pawai Obor hingga Banjir Doorprize Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Al Muhajirin Cipondoh

19 Juni 2026 - 07:28 WIB

Jalani Tugas Terakhir Sebagai Paskibraka Kota Tangerang, Gibran Tampil Maksimal dan Merasa Haru

14 Juni 2026 - 20:59 WIB

Merajut Kehidupan dari Titik Terendah, Kisah Perjuangan Ibu Ila Bersama PNM Mekaar

14 Juni 2026 - 13:46 WIB

Trending di Ekonomi