Menu

Mode Gelap
Muscab II APJI Kota Tangerang Berjalan Lancar dan Sukses Pilih Ketua Baru Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi Tiga Masjid Pascabencana Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan Rini Maryono: Posyandu di Porisgaga Baru Agar Laksanakan 6 Standar Pelayanan Minimal Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Warga Jaga Kamtibmas, Sekaligus Salurkan Bantuan Sosial Volume Sampah Ramadan Masih Stabil, DLH Kota Tangerang Tetap Siaga Kontrol Kebersihan

Tangerang Raya

Nasabah PNM UlaMM Tangerang Diminta Jangan Kendor Membangun Usaha

badge-check


					Zoom kegiatan Pembukaan Klasterisasi PNM  UlaMM Usaha Kuliner dengan tema Perbesar

Zoom kegiatan Pembukaan Klasterisasi PNM UlaMM Usaha Kuliner dengan tema "Motivasi Usaha dan Manajerial Wirausaha" yang digelar PNM Cabang Tangerang.(ist)

TANGERANG- Bisnis itu bagaikan bangunan usaha. Dimulai impian, gagasan, manajemen, produksi, dan pemasaran. Jangan melakukan kegiatan bisnis sebagai usaha sampingan. Karena nanti akan mendapatkan rezeki sampingan juga.

Demikian hal itu dikatakan Eko Pramana, Konsultan Kewirausahaan, ketika menjadi pembicara pada Pembukaan Klasterisasi PNM (Permodalan Nasional Madani) UlaMM Usaha Kuliner dengan tema “Motivasi Usaha dan Manajerial Wirausaha” yang digelar PNM Cabang Tangerang dan diikuti ratusan nasabah UlaMM secara zoom, Sabtu 23 Oktober 2021.

Kegiatan dihadiri Andi Irnawati, Korwil PKU Jabodetabek dan Banten. Andi dalam sambutannya berpesan agar para nasabah jangan kendor semangatnya dalam menjalani usaha. Karena kalau kendor akan susah berkembang. “Sebab itu ikuti pelatihan bisnis ini dan ini merupakan kesempatan yang bagus,” katanya.

Turut hadir pula Muslim Mubaroq, selaku PKU Cabang Tangerang, yang dalam acara tersebut menjadi moderator dan tak henti-hentinya memberi semangat berwirausaha kepada para nasabah PNM UlaMM Tangerang. “Ayo ibu bapak tanyakan bagaimana usaha kita cepat berkembang,” tandasnya.

Eko  kembali mengingatkan, seorang pengusaha atau wirausaha harus mengetahui usahanya sedang berada di posisi mana. Misalnya di usaha kecil, mikro, menengah, atau usaha besar. Sehingga nantinya akan mudah melangkah.

Menurutnya, banyak usaha yang tidak berkembang salah satunya belum tahu posisi usaha ada di mana. Selain itu ilmu bisnisnya yang dimiliki tidak diterapkan. Ada juga yang sangat penting berbisnis agar berlandaskan agama.

Ia menegaskan, seorang pengusaha jangan punya rasa rendah diri atau inferior. Contohnya sifat inferior dalam kata-kata sehari-hari : Modalnya Dari Mana Ya, Kalau Gagal Bagaiman Ya, Kenapa Harus Jualan Kripik. “Sebaliknya kita harus yakin dengan kemampuan diri kita. Bahwa kita ini bisa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bagi pengusaha setiap masalah itu agar dijadikan tantangan. Fokuslah ke solusi-solusi itu jangan ke masalahnya. Jadi selaku wirausaha jangan ragu dan patah semangat tetapi yakin dengan kemampuannya dan mampu mencipatakan banyak peluang.

Kegiatan zoom terebut diikuti antusias para nasabah PNM UlaMM Tangerang. Nasabah yang mayoritas kaum ibu itu saat ini rata-rata memiliki usaha kuliner, usaha pakian, dan usaha kerajinan tangan.

Nasabah PNM UlaMM Tangerang Diminta Jangan Kendor Membangun Usaha

Kegiatan zoom Nasabah PNM UlaMM Cabang Tangerang yang menghadirkan Konsultan Kewirausahaan Eko Pramana.(ist)

Sejumlah peserta juga banyak yang bertanya ke pembicara. Misalnya bagaimana produk usahanya bisa merambah ke supermarket. Kemudian menggeluti usaha baru disamping usaha yang telah ada tetap dijalani. “Saya kan memiliki usaha pakaian. Bagaimana saya juga bisa usaha kuliner,” kata Siti Jubaedah, salah satu peserta.(is)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muscab II APJI Kota Tangerang Berjalan Lancar dan Sukses Pilih Ketua Baru

7 Mei 2026 - 23:53 WIB

Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi Tiga Masjid Pascabencana Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan

7 Mei 2026 - 22:48 WIB

Rini Maryono: Posyandu di Porisgaga Baru Agar Laksanakan 6 Standar Pelayanan Minimal

6 Mei 2026 - 18:26 WIB

Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton

4 Mei 2026 - 22:57 WIB

Trending di Hukrim