Menu

Mode Gelap
Sambut Road to 5th Anniversary, Starlet Hotel BSD City Gelar Health Talk “Mengenal Lebih Dalam Hipertensi” Pembagian Daging Kurban di Masjid Al Muhajirin Buana Permai Cipondoh Berjalan Lancar Sapi Kurban Meningkat Tiap tahun, DKM Baitul Fuqoha Insani Cipadu Jaya Usulkan Penyembelihan di RPH Jaga Kualitas Udara Perkotaan, DLH Kota Tangerang Bakal Gelar Uji Emisi Gratis Idul Adha 2026, DPD Golkar Kota Tangerang Sembelih 49 Sapi dan 18 Kambing PNM Siapkan Mental Wirausaha bagi Ribuan Siswa SMK se-Indonesia

Tangerang Raya

Pemerhati Pendidikan, Dr Suryadi : Stop Budaya Hasrat Saling Mengalahkan

badge-check


					Ketua AKSESS kota Tangerang H.Hasanudin membuka sambutan diskusi panel yang bertema 'Kiat Memenangkan Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru' di SMA Budi Mulia Ciledug.(istimewa) Perbesar

Ketua AKSESS kota Tangerang H.Hasanudin membuka sambutan diskusi panel yang bertema 'Kiat Memenangkan Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru' di SMA Budi Mulia Ciledug.(istimewa)

TANGERANG- Budaya saling mengalahkan tengah menjangkiti negeri ini. Tidak terkecuali di dunia pendidikan lantaran persaingan dalam meraih calon peserta didik baru.

Demikian hal itu terungkap saat diskusi panel yang bertema ‘Kiat Memenangkan Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru’ yang digelar Asosiasi Kepala Sekolah SMA Swasta (AKSESS) se-Kota Tangerang di SMA Budi Mulia Ciledug, Kamis (5/3/2020).

Hadir sebagai keynote speaker Wakil Rektor UHAMKA Jakarta Prof.Dr. H. Abd Rahman A. Ghani, Ketua AKSESS Provinsi Banten H. Zaenudin, Ketua AKSESS Kota Tangerang H.Hasanudin, sejumlah panelis Dr. H. Moh Suryadi Syarif, Drs. H. Tata Suandana, dan H. Sujarwo M.Pd.

Suryadi mengatakan, sekolah swasta harus memiliki keunikan dan keunggulan sebagai ‘branding’ sekolah yang membedakan dengan sekolah lainnya. Baik itu berbeda dengan negeri atau swasta sendiri.

Kata dia, sekolah harus menerapkan ‘Blue Ocean Strategy’ atau strategi Samudra Biru, yaitu menciptakan keunggulan tanpa pesaing, dan menolak Red Ocean Strategy atau Strategi Samudra Merah. “Strategi yang terakhir ini hanya menciptakan hasrat untuk saling mengalahkan,” katanya.

Pemerhati pendidikan ini menilai bahwa bentuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saat ini sudah baik. Selama menjawab kebutuhan pendidikan (zonasi, jalur prestasi, dan jalur afirmasi) namun tetap harus memperhatikan antara jumlah lulusan dengan daya tampung sekolah (negeri dan swasta). “Selama ini daya tampung sekolah swasta kurang mendapat perhatian atau tidak dipertimbangkan,” kata pria yang juga menjabat Kepala SMA Budi Mulia Ciledug ini.

Menurutnya,  karena sistem PPDB yang ada saat ini sudah baik yaitu menjaring siswa zonasi, prestasi dan afirmasi. Yang perlu di perhatikan adalah menghindari adanya penerimaan PPDB di luar ketentuan yang ada (jumlah rombel dan jumlah siswa per kelas).

Ini yang harus jadi perhatian keberadaan sekolah-sekolah swasta. Artinya pemerintah dalam menentukan kuota penerimaan siswa baru pada sekolah negeri juga memperhatikan, meninmbang keberlangsungan sekolah-sekolah swasta.(wanbo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut Road to 5th Anniversary, Starlet Hotel BSD City Gelar Health Talk “Mengenal Lebih Dalam Hipertensi”

30 Mei 2026 - 16:29 WIB

Pembagian Daging Kurban di Masjid Al Muhajirin Buana Permai Cipondoh Berjalan Lancar

30 Mei 2026 - 14:17 WIB

Sapi Kurban Meningkat Tiap tahun, DKM Baitul Fuqoha Insani Cipadu Jaya Usulkan Penyembelihan di RPH

29 Mei 2026 - 23:47 WIB

Jaga Kualitas Udara Perkotaan, DLH Kota Tangerang Bakal Gelar Uji Emisi Gratis

29 Mei 2026 - 16:32 WIB

Trending di Lifestyle