Puluhan Warga Pinang Diduga Terinfeksi Cikungunya

0 154

TANGERANG – Puluhan warga Kelurahan Pinang,Kecamatan Pinang, Kota Tangerang diduga terinfeksi virus Chikungunya yang mengakibatkan penderitanya mengalami deman dan nyeri persendian cukup parah dalam beberapa hari.

Informasi dari sejumlah warga membenarkan bahwa di RT/RW 05/01 Kelurahan Pinang, hampir seluruh rumah pasti ada anggota keluarga terinfeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty dan Aedes Albopictus tersbut.

“Hampir di setiap rumah di wilayah RT 05 ini pasti ada yang terinfeksi virus Chikungunya,” kata warga Kelurahan Pinang yang minta identitasnya tidak disebutkan itu.

Mendapat informasi itu,Lurah Pinang Muhidin langsung menghubungi Ketua RT/RW 05/01 Sardi yang membenarkan informasi tersebut, Selasa (18/2/2020).

“Benar pak, ada puluhan orang ya sekitar 30-an orang yang sakit dengan gejala-gejala seperti sakit Chikungunya karena hampir di setiap rumah ada saja yang terinfeksi,” paparnya kepada Lurah Muhidin melalui telepon genggam.

Selain di RT 05, Lurah Pinang juga mendapat informasi, situasi serupa terjadi di RT lainnya, karena wilayah tersebut merupakan  kawasan yang cukup padat penduduknya.

“Di RT 03 RW 01juga ada laporan warga yang terinfeksi virus Chikungunya itu, hanya saja jumlahnya tidak sebanyak di RT 05  itu,” katanya.

Sementara itu, pihak Puskesmas setempat membenarkan adanya warga Kelurahan Pinang yang mengalami sakit dengan gejala seperti Chikungunya.

Tapi hingga kini, belum ada hasil laboratorium dari pasien yang ditanganinya positif menderita Chikungunya.

“Belum ada hasil lab dari warga yang mengalami sakit itu yang kami terima,”kata drg Anna Amelia Nurjanah,Kepala Puskesmas Kunciran Baru yang wilayah tugasnya melingkupi Kelurahan Pinang.

Sementara pengakuan salah seorang penderita, Ayati warga RT 05 RW 01 bahwa gejala fisik yang dirasakannya saat itu seluruh persendiannya terasa kaku dan demam. “Saya ke dokter tapi tidak dibilang Chikungunya dan juga ga disuruh cek darah, hanya diberi obat,” katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak kelurahan bersama puskesmas telah melakukan berbagai tindakan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sebelum dilakukan pengasapan atau fogging.(Andry)

Loading...