Menu

Mode Gelap
PNM Siapkan Mental Wirausaha bagi Ribuan Siswa SMK se-Indonesia Kamilla Azzahra Rilis Hate To The Moon Komisi 1 Tegaskan Penyesuaian Izin Hotel Aston Cimone Harus Segera Dilakukan Police Goes To School, Polisi Ajak Pelajar SDN Cibodas Tertib Berlalu Lintas DPRD Kota Tangerang Dorong Peran Olahraga Masyarakat Melalui KORMI Roji: Kawan-kawan Agar Lebih Giat Rawat Sapi, Supaya Dibeli Presiden

Hukrim

Pendiri NII Crisis Centre Ken Setiawan Dilaporkan ke Bareskrim Polri

badge-check


					Wali santri Ponpes Al-Zaytun dan kuasa humumnya melaporkan Ken Setiawan ke Mabes Polri.(ist) Perbesar

Wali santri Ponpes Al-Zaytun dan kuasa humumnya melaporkan Ken Setiawan ke Mabes Polri.(ist)

JAKARTA, Jagadbanten.id – Wali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, melaporkan pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, dan YouTubers Herri Pras ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Selasa 27 Juni 2023. 

Laporan ini didaftarkan dengan nomor LP/B/168/VI/2023/SPKT/Bareskrim Polri.

Dalam laporan tersebut, wali santri Ponpes Al-Zaytun, yang diwakili oleh Kuasa Hukumnya, Sukanto, menyoroti pernyataan kontroversial yang diucapkan oleh Ken dalam salah satu konten Herri Pras.

Konten tersebut menyebutkan bahwa Ponpes Al-Zaytun memperbolehkan tindakan zinah asalkan ditebus dengan uang sebesar Rp 2 juta.

“Pernyataan tersebut adalah tidak benar alias berita bohong. Tidak ada satupun Ponpes Al-Zaytun yang mengajarkan atau memperbolehkan tindakan zinah seperti yang dituduhkan dalam konten Ken dan Herri,” tegas Sukanto.

Dalam laporannya, Ken dan Herri dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 311 KUHP, Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sementara itu, Ken Setiawan tidak menganggap masalah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Ia mengungkapkan bahwa pelaporan tersebut merupakan bagian dari kebebasan dalam berdemokrasi dan menyatakan bahwa mereka akan menghadapinya sebagai bagian dari demokrasi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Police Goes To School, Polisi Ajak Pelajar SDN Cibodas Tertib Berlalu Lintas

19 Mei 2026 - 12:02 WIB

Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang, Pria Berinisial K Minta Bantuan ke Wali Kota

16 Mei 2026 - 19:35 WIB

Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi Tiga Masjid Pascabencana Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan

7 Mei 2026 - 22:48 WIB

Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton

4 Mei 2026 - 22:57 WIB

Trending di Hukrim