TANGERANG, Jagadbanten.id – Gubernur Banten Andra Soni melakukan peletakan tiang pertama pembangunan Masjid Al Mubarokah di Lingkungan RT 01/08, Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Minggu 12 Juli 2026.
Peletakan tiang pertama masjid itu dilakukan bersama Pimpinan Yayasan Al Fachriyah Al Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan dan tokoh ulama lainnya.

Peletakan konstruksi baja tiang pertama itu menandai kelanjutan pembangunan masjid yang berencana akan dibangun 3 tingkat dengan model klasik.
Masjid yang dibangun tahun 1980 itu diketahui kondisi bangunannya sudah rapuh. Sementara bila ada kegiatan besar keagamaan selalu penuh oleh jamaah hingga merayap ke Jalan Prof DR. Hamka dan sekitarnya.

Gubernur Banten, Andra Soni, meletakan tiang pertama pembangunan Masjid Al Mubarokah di Gaga Larangan, Kota Tangerang.(iwan)
Sehingga bangunan masjid tersebut perlu diratakan dan akan dibangun total dari nol dengan biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp 10 miliar.
Gubernur Apresiasi Pembangunan Masjid Al Mubarokah
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi pembangunan Masjid Jami’ Al Mubarokah di lingkungan RT 01/08, Kelurahan Gaga, Larangan, Kota Tangerang.
“Saya hadir langsung dalam pemasangan tiang pertama masjid dan mengapresiasi apa yang dilakukan panita dan juga jamaah masjid,” katanya.
Dirinya berharap agar masjid ini menjadi lebih besar, lebih bermanfaat dan berguna bagi warga sekitar.
“Mari sama-sama kita doakan pembangunannya berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh pihak, baik para dermawan, hartawan dan para donatur untuk pembangunan masjid,” ucapnya.
Agar Memakmurkan Masjid
Ulama Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan dalam tausyiahnya mengatakan, agar para jamaah selalu memakmurkan Masjid Al Mubarokah. Menurutnya orang-orang yang memakmurkan masjid itu adalah mukmim yang sejati.

Gubernur Banten Andra Soni bersama tokoh masyarakat Gaga H. Manan.(iwan)
“Ini sesuai hadits Nabi Muhammad SAW bahwa apabila kalian menyaksikan seseorang yang terbiasa akrab dengan masjid dan memakmurkannya maka dia adalah mukmin yang sejati,” terangnya.
Ia menegaskan, dalam memakmurkan masjid itu perlu dilakukan semua elemen masyarakat. Mulai dari para hartawannya, ahli ibadahnya, pemerintahannya, warga dan lainnya di lingkungan ini.
Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan merasa senang bahwa sebelum-sebelumnya masjid ini sudah makmur. Dapat dilihat dari kegiatan ibadah, pengajian dan saat bulan Ramadan. Namun dalam memakmurkan masjid itu harus terus ditingkatkan.
Tampung 2 Ribuan Jamaah dan Miliki Fasilitas Parkir
Pembangunan Masjid Al Mubarokah dengan pemasangan tiang konstruksi baja merupakan tahap ke empat proses pembangunan. Sebelumnya tahap tukar guling dan pembangunan rumah untuk pergantian sudah dilakukan.
Direncanakan pemasangan struktur konstruksi tiang baja akan selesai dalam waktu 2 minggu.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Mubarokah, Muhammad Khoirul Umam mengatakan, bahwa masjid sudah lama dan memiliki bangunan tua. “Jadi harus dibangun total serta diperluas areanya,” ujarnya.
Masjid akan dibangun 3 lantai. Untuk lantai 2 dan 3 dikhususkan tempat kegiatan beribadah. Sedangkan lantai 1 khusus untuk parkiran kendaraan.
Pihaknya berharap agar pembangunan masjid berjalan lancar dan cepat selesai. Sebab itu tetap membutuhkan dukungan dari para dermawan, jamaah dan warga.
Setelah dibangun masjid akan menampung lebih banyak jamaah yang sebelumnya dapat menampung 2 ribuan jamaah. Selain itu memiliki halaman dan tempat parkir yang luas untuk dimanfaatkan para jamaah.
Miliki Banyak Ornamen dan Kaligrafi
Masjid Jami’ Al Mubarokah ini akan memiliki ciri khas bangunan klasik. Memiliki banyak ornament, kaca dan kaligarif di setiap dindingnya.
“Jadi model bangunannya klasik dengan banyak ornamen, kaca-kaca dan kaligrafi,” kata Juni, bagian konstruksi pembangunan Masjid Al Mubarokah.
Masjid yang memiliki luas 16 meter x 29 meter persegi itu direncanakan pembangunannya selesai dalam 2 tahun. Kegiatan pembangunan setelah struktur konstruksi dilakukan pengcoran rooftop, pemasangan kubah menara dan mekaninal elektrik.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Gaga, H. Manan bin H. Rosip, merasa senang dengan dimulainya pembangunan Masjid Al Mubarokah. Selain itu banyak yang mendukung dari berbagai kalangan. “Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasinya,” ucapnya.
Menurutnya, dengan dibangunnya masjid ini menjadi penyemangat warga lingkungan dalam kegiatan-kegiatan beribadah. Karena itu keberadaan masjid agar semakin makmur dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tim pembangunan Masjid Jami’ Al Mubarokah berfoto bersama usai kegiatan peletakan tiang pertama oleh Gubernur Andra Soni.(iwan)
Diketahui masjid yang berdiri di atas tanah wakaf Haji Masin bin Picing, Haji Masan bin Picing, dan Haji Rosip bin Haji Masin itu dibangun sekitar tahun 1980. Masjid sudah beberapa kali renovasi dan juga perluasan lahan dengan melakukan pembebasan di sekitarnya.(iwan)






