TANGERANG, Jagadbanten.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Imbauan ini disampaikan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut yang kini berstatus Level III atau Siaga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, abu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup, mengenai mata, maupun mengenai kulit.
Karena, abu vulkanik adalah campuran dari mineral, bebatuan dan partikel kaca yang keluar waktu letusan gunung berapi.
Sehingga, lanjutnya, jika abu terhisap masuk ke paru dan saluran napas secara langsung akan dapat menyebabkan keluhan batuk, iritasi tenggorokan, bronchitis, asma dan Penyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK).
Ia pun meminta warga yang mengalami keluhan batuk, sesak napas, iritasi mata seperti mata merah, perih atau berair, iritasi kulit, gatal atau kemerahan disarankan datang ke puskesmas atau layanan kesehatan lainnya.
“Memang semua kasus pernapasan tidak melulu disebabkan abu vulkanik, jadi butuh pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Masker hingga Kacamata agar Dimanfaatkan Saat di Luar Ruangan
Dokter Dini Anggraeni menganjurkan agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Masker N95 direkomendasikan, karena mampu menyaring partikel-partikel kecil termasuk abu vulkanik.“Jika masker N95 tidak ada, masker medis pun bisa digunakan,” jelasnya.
Selain penggunaan masker, ia memaparkan, sejumlah langkah pencegahan yang perlu dilakukan warga.
Antara lain, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan kacamata pelindung agar abu tidak mengenai mata, tetap berada di dalam ruangan, membersihkan mata dan hidung dengan air bersih jika terpapar abu, mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan dan membersihkan abu yang menempel di atap, halaman, dan saluran air.(dini/setia)







