TANGERANG, Jagadbanten.id – Ratusan kios Pasar Anyar di Kota Tangerang masih banyak yang tutup.
Kios-kios yang tutup itu ada di beberapa blok bangunan gedung Pasar Anyar, baik yang ada di pintu-pintu masuk gedung maupun di dalam gedung.

Nyaris sedikit lalu-lalang pengunjung pasar yang setahun lalu bangunannya direvitalisasi oleh Kementerian PUPR RI itu.
Hanya deretan kios yang memanjang dan menghiasi melompongnya selasar-selasar jalan dalam bangunan gedung pasar tersebut.
Sementara beberapa kios yang buka terlihat menyelip di tengah ratusan kios yang masih tutup.
Saat progres revitalisasi pasar banyak pedagang yang menempati sementara Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan. Selain itu menempati Mal Metropolis Town Square dan Plaza Shinta di Karawaci.
Mereka pernah menginginkan agar cepat menempati gedung baru Pasar Anyar hasil revitalisasi. Sementara Perumda Pasar Kota Tangerang meminta para pedagang pindah bertahap karena gedung belum rampung.
Para pedagang ingin cepat menempati gedung baru pasar dibenarkan Kepala UPTD Pasar Anyar Kota Tangerang, Achmad Juhaeni. Namun setelah selesai revitalisasi dan dilakukan imbauan-imbauan masih banyak yang belum mau masuk gedung baru.
Kata Juhaeni, alasannya karena kontrak tempat dengan yang lama belum selesai. Jadi menghabiskan dulu sisa kontraknya. “Ada juga mereka yang saling menunggu untuk buka kios,” katanya, Selasa 14 Juli 2026.
Pedagang Pasar Anyar Kota Tangerang ternyata satu orang bisa memiliki lebih dari 1 kios. Jadi menurut Juhaeni beberapa kios milik mereka itu di Pasar Anyar belum tentu semuanya buka.
Pihaknya terus melakukan imbauan kepada pedagang yang memiliki kios segera membuka kiosnya. Sementara bagi yang masih diluar segera masuk. Imbauan dilakukan secara lisan maupun tertulis.
Berbagai imbauan dilakukan agar pasar cepat ramai para pembeli. Karena keluhan pedagang yang di dalam usai revitalisasi pembelinya belum ramai.
Sampai saat ini kios Pasar Anyar yang belum diisi pedagang ada 688 unit kios. Sedangkan yang sudah diisi sebanyak 1.234 unit kios.
Kios yang banyak belum diisi itu merupakan kios untuk sektor kering seperti pakaian. Sedangkan yang sudah diisi kios di sektor basah seperti ikan dan daging.(setia)






