Pandemi Corona Membawa Berkah Bagi Ia Thambrin Sehingga Usahanya Meningkat Tajam

0 5

TANGERANG— Pandemi covid- 19 bukan hanya menyerang kesehatan manusia. Namun juga berdampak kepada sendi kehidupan masyarakat. Utamanya bidang ekonomi. Tak sedikit sektor industri, jasa dan perdagangan yang  mati suri.

Menghadapi terpaan pandemi Covid-19 tak membuat Aryanurdi akrab disapa Ian Thambrin bersama sang isteri Astutiana lantas menyerah menjalani usaha busana anak-anak yang digelutinya. Membaca situasi pandemi Covid -19, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan merk dagang Starkidz ini berpikir sejenak untuk melakukan inovasi pemasaran agar tetap bisa menjalankan usahanya.

Semula sebelum wabah Corona melanda negeri ini, Ian Thambrin bersama istri Astutiana menjual fesyen anak-anak secara luar jaringan (luring/offline). Dalam satu bulan, omzet penjualannya rata-rata mencapai Rp15 juta. Para pembeli, ungkap Ian Thambrin biasanya datang ke rumahnya di Jalan H Sontong RT 05/ 04 Kelurahan Sudimara Pinang  Kecamatan Pinang.

Di masa pandemi Covid -19 ini, Ian Thambrin lantas berputar haluan dagang agar tak terkena dampak Corona. Bersama istri ia berunding, akhirnya disepakati berdagang secara daring (online). Kemudian ia memasarkan produknya melalui media sosial FB dan Whatsapp.

“Saya membuka usaha Starkidz Fashion, jual baju anak-anak produk lokal. Omzet di tengah Covid ’19 Alhamdulillah bertambah menjadi Rp20 – 30 juta per bulan. Kebanyakan pembeli belanja dengan cara online. Kepada konsumen, saya selalu menawarkan real, tidak ada dusta di antara saya dan pembeli. Intinya kepercayaan yang saya bangun dengan konsumen,” jelas Ian Thambrin, Selasa (02/06/2020)

Untuk pengiriman paket kepada konsumen, ia melakukan kerja sama dengan perusahaan ekspedisi dan sistem bayar di tempat (cash on delivery — COD). Diungkapkannya, dalam menjalankan usaha pasti ada suka dan dukanya. Diungkapkannya, ia masih ingin mengembangkan usahanya namun saat ini belum cukup modal.

“Pengen beli mobil losbak buat transportasi angkut barang. Siapa tau pemerintah mau melirik memperhatikan usaha kecil seperti saya. Dukanya, kalo barang direturn oleh konsumen, paket datang ke costumer, barang di batalin. Tapi ga semua costumer begitu. Sukanya, kalau hasil usaha yang kita jalani mendapatkan hasil lancar, omzet perhari banyak, paket yang dikirim banyak dan ditransfer sama pihak ekapedisi setiap satu minggu sekali,” tutur Ian Thambrin.(Nuno/Setia)

 

Loading...