PNM Ajak Nasabah Gemar Silaturahim dan Selalu Bersinergi

0 5

TANGERANG – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal dengan PNM melalui Unit Usaha Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), melatih sekitar 300 emak-emak Nasabah ULaMM Pantas dari 12 Unit Cabang Tangerang.

Pelatihan kepada emak-emak yang merupakan nasabah perusahaan plat merah di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kali ini yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1442 H mengambil tema spiritual dan ringan guna meneguhkan hati dan menggapai ridho Illahi.

Pada sesi pemaparan kali ini Pentingnya Silaturahim dalam Menjalankan Usaha, Ustadz Muhammad Fauzan Kamal Al Bugury mengungkapkan bahwa secara umum silaturahim berarti menjalin persaudaraan dengan sesama manusia atau bahasa kekiniannya adalah berinterksi, mdan bersinergi dan bersosialisasi.

Dalam kaitan sebagai makhluk sosial maka manusia dituntut agar senantiasa membina hubungan baik dengan tetangga, sesama pengusaha, sesama pedagang dan sesama warga masyarakat.

Lebih lanjut Ustadz Fuazan menyitir salah satu Hadits Nabi yang artinya ” Barangsiapa ingin diluaskan rizkinya serta dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” ujarnya.

Mengingat begitu pentingnya masalah bekerja dalam kehidupan, maka Islam memberikan perhatian khusus kepada umat manusia untuk bekerja. Bekerja merupakan upaya untuk melanggengkan kehidupan itu sendiri. Bahkan, bekerja dalam pandangan Islam selalu dikaitkan dengan masalah keimanan.

Banyak kalam Allah SWT yang menyebutkan bahwa pembahasan tentang bekerja dengan cara terbaik (amal saleh) selalu disandingkan dengan keimanan kepada Allah SWT. Masalah keimanan selalu diletakkan di awal kalimat sebelum amal saleh.

Dalam Al-Quran Surat Al-‘Ashr ayat 1 – 3, yang artinya, : 1. Demi masa ; 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian ; 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 105 yang artinya : “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, bekerja disejajarkan dengan keimanan, sekaligus sebagai wujud dari keimanan itu sendiri. Hal ini pulalah yang memberikan pemahaman bahwa bekerja hendaknya berada dalam bingkai keimanan kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran Surat Al-Insyiqaaq ayat 6 yang artinya : “Sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.”

Dalam Islam, bekerja bukan sekadar untuk mendapatkan materi, tetapi lebih jauh dan lebih dalam dari itu. Bekerja sebagai upaya mewujudkan firman Allah sebagai bagian dari keimanan.

Dengan demikian, bekerja merupakan aktivitas yang mulia. Dengan bekerja, seseorang dapat melaksanakan perintah-perintah Allah SWT lainnya, seperti zakat, infak, dan sedekah.

Bahkan Rasulullah SAW menempatkan posisi terhormat bagi mereka yang berinfak dari hasil kerjanya sendiri. Sabda Rasulullah SAW : “Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.”

Malahan mereka yang bekerja atas dasar niat untuk menafkahi keluarganya dikategorikan sebagai mujahid (pejuang) di jalan Allah. Allah SWT pun menempatkan mereka sebagai syahid (dunia) apabila meninggal saat bekerja untuk mencari penghidupan yang terbaik bagi keluarganya.

Sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bekerja dan barangsiapa yang bekerja keras untuk keluarganya, maka ia seperti mujahid di jalan Allah.” (HR. Ahmad).

Oleh karenanya bekerja adalah sebagian dari amal Sholeh, maka membangun silaturahmi dalam dunia kerja pun diwajibkan demi tercapainya rahmat Allah, dan tentunya dengan menjaga hukum hukum yg Allah perintahkan dan yang Allah larang,

Pada kesempatan yang sama Manager Bisnis ULaMM Cabang Tangerang, Dedy Siswoko dalam sambutannya mengungkapkan diadakannya pelatihan menggunakan media sosial online baik zoom maupun Whats App dari rumah masing-masing nasabah dimaksudkan untuk tetap menjaga silaturrahmi dan dalam rangka terus memberikan suport semangat dan spirit di tengah masih merebaknya covid-19 dan bulan Ramadhan 1442 H.

Diungkapkannya dengan silaturahim apalagi dilakukan di bulan yang penuh berkah ini akan dilipatgandakan menjadi 700 kali lipat. Itu adalah janji Allah. Sedang janji Allah itu Layuflihul Mi’ad-Sudah pasti terjadi.

Pada kesempatan yang sama, Muslim Mubaroq, PIC Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Tangerang yang mengutip dari sambutan Kadiv PKU, mengungkapkan bahwa yang membedakan antara PNM dengan lembaga keuangan lainnya adalah adanya Pengembangan Kapasitas Usaha. Program ini di antaranya pelatihan yang dilakukan kepada kelompok Mekaar di Wilayah Tangerang 7.

“Jadi PNM selain memberikan modal finansial juga memberikan modal intelektual dan modal sosial. Pemberian modal intelektual diberikan dalam bentuk pelatihan maupun motivasi usaha. Dan biasanya pelatihan sekaligus sebagai ajang pemberian modal sosial, yakni nasabah disarankan agar tukar pengalaman dan saling bersinergi dengan nasabah lain,” ujarnya.

ustadz muhamad fauzan kamal al bugury
Ustadz Muhammad Fauzan Kamal Al Bugury.(ist)

Program lain adalah Sinergy antara Nasabah Mekaar dengan ULaMM (Unit Layanan Modal Micro), yakni Unit Usaha dari PNM dengan plafond pinjaman antara Rp 50 juta hingga Rp 300 juta. Polanya adalah kerjasama timbal balik saling menguntungkan yakni seperti yang terjadi di wilayah Serang, nasabah UlaMM menampung hasil kerajinan Ibu-ibu Mekaar untuk dijual ke pasar yang lebih luas atau sebaliknya ibu-ibu Mekaar menjadi pengecer atau reseller Nasabah UlaMM.

Disamping itu, kata Muslim, PKU dimaksudkan untuk menjaga loyalitas nasabah disamping sebagai sarana menambah nasabah baru melalui pola getok tular antar nasabah dengan yang belum menjadi nasabah.“Dengan pelatihan semacam ini diharapkan nasabah PNM bisa lebih mandiri lagi bisa mengembangkan usaha mereka untuk lebih maju dan bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga kita bisa membantu perekonomian keluarga,” tutupnya.(rls)

 

fkdm larangan ads
kel poris plawad utara ads
Loading...