Menu

Mode Gelap
APJI Bagi-bagi Nasi Kotak Gratis ke Warga Binaan di Lapas Klas II A Tangerang Pesantren Tahfizh Adh-Dhuhaa Kota Tangerang Didik Santri Jadi Disiplin, Mandiri dan Raih Prestasi Warga Terserang DBD, Puskesmas Cipondoh Langsung Gercep Fogging Lingkungan Kisah Adlian dari Jualan Kopi Mangkal hingga Bangun Resto Dopamine Cafe Al Rizky, Putra Asal Tangsel Raih Juara Tiga Pencak Silat Piala Presiden 2026 Disidak Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, Pengembang Poris Indah Graha Langsung Buka Akses Jalan Warga

Hukrim

Tanahnya Belum Dibayar, Dina Menjerit dan Berguling Dilumpur Proyek Rasuna Said Pinang

badge-check


					Evakuasi Dina dari lokasi proyek Rasuna Said Pinang oleh pekerja proyek.(ist) Perbesar

Evakuasi Dina dari lokasi proyek Rasuna Said Pinang oleh pekerja proyek.(ist)

TANGERANG, Jagadbanten.id – Pembangunan perumahan Sutera Rasuna menyisakan duka bagi Dina Mardianah, warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Ibu rumah tangga berusia 45 tahun itu mengalami dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum saat membela hak atas tanahnya yang belum dibayar oleh pengembang Alam Sutera.

Informasi dihimpun persitiwa dugaan kekerasan dan pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 13.00 wib. Disaat kejadian para pekerja menggunakan eskavator sedang membangun gorong-gorong yang kemudian korban datang melarang mengingat tanahnya belum dibayar oleh pihak Alam Sutera.

Seketika itu, sejumlah oknum yang bertugas mengawasi jalannya proyek terlibat cekcok hingga diduga menyeret paksa korban sampai menekan dengan dengkul dan terjatuh. Korban Dina mengalami bengkak terkilir dibagian tangan kanan dan pinggangnya.

Video dugaan pengeroyokan dan kekerasan itu pun viral di media sosial dan Whatsapp Group. Korban Dina akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pinang Polrestro Tangerang Kota. Sementara para oknum yang dilaporkan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Pandih selaku orang tua Dina mengatakan, pihaknya sangat mengecam keras tindakan kekerasan dan pengeroyokan yang dialami oleh anaknya. Ia tidak akan memaafkan pelaku atas tindakan premanisme yang menimpa keluarganya tersebut.

“Sampe ke dalem bumi juga saya mah gak mau maafin. Saya sedih melihat anak saya di seret-seret,” pungkasnya.

Korban Sudah Melaporkan ke Polsek Pinang

Pasca kejadian korban Dina langsung melaporkan kejadian kekerasan dan pengeroyokan yang dialaminya sekitar pukul 17.25 WIB. Kemudian korban melakukan visum serta memberikan keterangan dengan nomor laporan LP/B/6/1/2026/SPKT/POLSEK PINANG/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA.

Kuasa hukum pelapor/korban Erdi Surbakti SH, MH menegaskan, tindakan premanisme pengembang perumahan tersebut cukup biadap dan telah mencederai korban sesuai visum dari dokter.

Menurut dia tindakan ini juga telah melanggar hak asasi masyarakat dimana kliennya sudah lebih dari 50 tahun menguasai tanah tersebut.

“Penguasan dapat dibuktikan dengan adanya makam dan rumah tinggal yang ditempati pelapor secara turun temurun,” ungkap Erdi dalam keterangannya, Jumat (16/1).

Erdi juga mengatakan, tindakan para oknum dangan menyeret korban, mengintimidasi dan menakut-nakuti masyarakat tersebut sudah berlangsung beberapa kali dengan cara bergerombol dan sudah dilaporkan pihak kepolisian sebanyak dua kali.

Namun kepolisian dan Pemda Kota Tangerang melalui Camat Pinang tidak mampu menangkap oknum tersebut ataupun menyelesaikan permasalahan yang dialami warganya.

“Akhirnya ini menimbulkan keresahan dan terkesan penegakan serta penertiban hukum tidak jalan sebagaimana perintah Presdien untuk melindungi rakyat kecil dari arogansi pengusaha nakal,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak pengembang perumahan Sutera Rasuna. Informasi yang diterima, pihak pengembang meminta agar dilakukan mediasi antara korban dengan oknum yang diduga melakukan kekerasan dan pengeroyokan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APJI Bagi-bagi Nasi Kotak Gratis ke Warga Binaan di Lapas Klas II A Tangerang

3 Juli 2026 - 13:25 WIB

Pesantren Tahfizh Adh-Dhuhaa Kota Tangerang Didik Santri Jadi Disiplin, Mandiri dan Raih Prestasi

1 Juli 2026 - 18:09 WIB

Warga Terserang DBD, Puskesmas Cipondoh Langsung Gercep Fogging Lingkungan

30 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kisah Adlian dari Jualan Kopi Mangkal hingga Bangun Resto Dopamine Cafe

29 Juni 2026 - 23:15 WIB

Trending di Lifestyle