Menu

Otomatis
Breaking News

Tangerang Raya

Uten Sutendy : Banyak Situ yang Hilang Fungsi Karena Kurang Terawat

badge-check

Presiden Tangsel Club Uten Sutendy saat mengisi diskusi pada hari Lingkungan Hidup se- Dunia.(ist) Perbesar

Presiden Tangsel Club Uten Sutendy saat mengisi diskusi pada hari Lingkungan Hidup se- Dunia.(ist)

Tangerang, Jagadbanten.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus bertindak tegas dalam menertibkan penggunaan dan pemanfaatan situ- situ yang ada di wilayah Kota Tangsel.

Hal itu diungkapkan oleh Uten Sutendy, budayawan dan Presiden Tangsel Club dalam diskusi terbatas  menyambut Hari Lingkungan Hidup se – Dunia di sebuah rumah makan di Kota Tangsel, pada Minggu 5 Juni 2022.

Uten mengatakan, Pemkot dan warga Tangsel harus bersyukur karena Tangsel adalah salah satu kota di dunia yang dianugerahi banyak situ yang menampung air baku sebagai sumber kehidupan bagi semua warga. “Juga berfungsi sebagai pusat kreativitas budaya dan juga sebagai penahan banjir,” terang Uten.

Namun, dalam pengamatannya Pemkot nampaknya kurang mensyukuri hal itu karena belakangan kian, banyak situ yang hilang fungsi karena tak dirawat dengan semestinya.

“Jangankan kita bisa membuat situ- situ itu berkembang menjadi  pusat aneka kreativitas positif warga, sebagian situ yang ada malah sudah hilang. Bahkan yang ada pun terkesan dan cenderung salah urus, salah fungsi,” kritik Uten.

Uten menyebut beberapa situ di antaranya Situ Perigi, Situ Gintung, Situ Pamulang, Situ Jeuletreung dua, dan beberapa lagi yang lainnya,  yang masih bagus. “Namun lebih banyak diisi oleh para pedagang kecil dan kegiatan keramaian yang kurang terkonsep.Kesannya kurang terawat dan “liar”.” kata Uten.

Menurutnya hal itu karena pemerintah masih miskin konsep dalam pengelolaan situ dan cendrung mengabaikan ide-ide konseptual dan kreatif  yang ditawarkan oleh para penggiat lingkungan dan para budayawan-seniman.

“Menurut saya pemerintah harus bertanggungjawab. Bukan sebatas membangun infstruktur lalu merasa sudah selesai tugas. Belum. Justru tanggungjawab dan tugas  paling besar adalah menjawab pertanyaan bagaimana caranya agar situ- situ itu tetap lestari dan indah,” ujar Uten.

Misalnya, kata Uten, dengan cara mengakomodir para penggiat lingkungan, seniman dan budayawan. Merekalah yang harus mengisi ruang-ruang  yang tersedia di sekitar situ, karena merekalah yang memiliki kecintaan dan kepedulian kepada situ, plus punya konsep. Bukan malah membiarkan pihak lain seenaknya saja memanfaatkan situ. Harus tegas, jangan ada pembiaran.” tegas Uten.(uchie himura)***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Puluhan Warga Antusias Belajar AI Content Creation dari DPAD Kota Tangerang

24 Jul 2026 - 18:45 WIB

Puluhan Warga Antusias Belajar AI Content Creation dari DPAD Kota Tangerang

Baznas Kota Tangerang Raih Peringkat Baznas Terbaik Kedua se-Indonesia

24 Jul 2026 - 11:39 WIB

Baznas Kota Tangerang Raih Peringkat Baznas Terbaik Kedua se-Indonesia

Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan

23 Jul 2026 - 14:56 WIB

Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan

Stand DPAD Hadirkan Pameran Arisp Virtual Sejarah Kota Tangerang di Festival Cisadane 2026

22 Jul 2026 - 10:51 WIB

Stand DPAD Hadirkan Pameran Arisp Virtual Sejarah Kota Tangerang di Festival Cisadane 2026
Trending di Lifestyle