6 Kepengurusan Daerah RBM di Wilayah Banten Dilantik
TANGERANG, Jagadbanten.id – Ketua Umum Rumah Bunda Mulia (RBM) Hj.Latifah, melantik 6 Kepengurusan daerah Kota dan Kabupaten Rumah Bunda Mulia (RBM) wilayah Banten di Aula Asy-Syukriyah, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (23/11/2025).
Sebanyak 6 kepengurusan daerah kota dan kabupaten RBM di wilayah Provinsi Banten yang dilantik itu RBM Kota Tangerang, RBM Kota Tangerang Selatan, RBM Kabupaten Tangerang, RBM Kota Serang, RBM Kabupaten Serang, dan RBM Kota Cilegon.
Adapun untuk Kepengurusan RBM Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak akan menyusul pelantikannya.
Rumah Bunda Mulia merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang peduli dengan para aromil atau ibu tunggal dan juga para anak yatim.
Untuk tingkat provinsi Banten organisasi tersebut sebelumnya sudah dilaunching pada akhir Juni 2025.
Dengan dilantik kepengurusan Daerah Kota dan Kabupaten wilayah Banten sehingga keberadaan Yayasan Rumah Bunda Mulia (RBM) ini lebih luas dalam menebar kebaikan dan manfaat.
Ketua Umum RBM Hj.Latifah dalam sambutannya memberikan motivasi dan penguatan kepada seluruh pengurus RBM agar bersemangat dalam melayani.
“Kompak dalam kerja kepengurusan, produktif dalam agenda yang solutif di masyarakat sekitar dan bekerja sama dengan Lembaga eksternal sekitar sehingga kebermanfaatan adanya RBM di daerah lebih terasa dan bermakna,” ujarnya.
Ketua RBM Wilayah Banten, Fahimatun Syamsudin, A.Md., mengucapkan rasa syukur atas kegiatan pelantikan yang berjalan lancar dan khidmat.
Dirinya juga memberikan semangat motivasi kepada kepengurusan RBM daerah dan siap bersinergi dengan program-program daerah dan pemerintah agar RBM menjadi lembaga sosial yang dirasakan kebermanfaatannya bagi keluarga yatim.

Sementara itu, Ketua Pembina RBM Banten, K.H. Imron Rosadi, Lc., mengatakan bahwa organisasi Rumah Bunda Mulia lahir dari kepedulian dan cinta terhadap para ibu yang selama ini berjuang sendiri menghidupi keluarga, mendidik anak, dan mempertahankan martabat rumah tangga tanpa mengeluh kepada dunia.
“Mereka adalah perempuan tangguh, pejuang kehidupan, dan pilar peradaban. Maka keberadaan RBM bukan sekadar organisasi, tetapi rumah penguatan, rumah pembinaan, dan rumah pemberdayaan,” tuturnya.
Harapannya kepada seluruh pengurus Kabupaten/Kota yang dilantik hari ini adalah:
1.RBM harus menjadi tempat bernaung yang menenangkan, tempat di mana setiap bunda merasa dihargai, dicintai, dan dikuatkan.
2.RBM harus menghadirkan pembinaan keislaman dan akhlak, agar para bunda semakin dekat dengan Allah, tegar menghadapi cobaan, dan yakin bahwa setiap ujian selalu membawa hikmah.
3.RBM harus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, agar ibu-ibu khususnya para aromil dapat berdaya secara finansial, mandiri, produktif, dan sejahtera.
4.RBM harus melahirkan para perempuan kepala keluarga yang percaya diri, kompeten, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.
“Kita ingin melihat para bunda bukan sebagai objek bantuan semata, melainkan sebagai subjek perubahan, sebagai perempuan hebat yang mampu mengubah kesulitan menjadi kesempatan dan menjadikan kemandirian sebagai kebanggaan,” katanya.
Pengurus yang dilantik hari ini memikul amanah besar. Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan ibadah sosial. Dalam setiap gerakan, marilah kita kedepankan keikhlasan, profesionalitas, dan kebersamaan.
Karena hanya dengan sinergi dan kerja nyata, cita-cita mulia ini terwujud. Semoga Provinsi Banten dapat menjadi pusat keteladanan pemberdayaan perempuan kepala keluarga di Indonesia.(setia)