Menu

Mode Gelap
Agar Jadi Benteng Aqidah, Pelantikan Pengurus Permata Dihadiri Para Ulama dan Habaib

Banten

JMSI Merasa Terhormat Dilibatkan dalam Misi Pemantau Internasional Pemilu di Venezuela

badge-check


					Ketua Umum JMSI Teguh Santosa berada di Venezuela untuk memantau pemilu.(ist) Perbesar

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa berada di Venezuela untuk memantau pemilu.(ist)

JagadBanten – Pemilihan Umum (Pemilu) Republik Bolivarian Venezuela akan digelar sebentar lagi yakni 21 November 2021 mendatang.

Dewan Pemilihan Nasioanl Republik Bolivarian Venezuela atau Consejo Nacional Electoral (CNE) merasa perlu melibatkan banyak pemantau internasional dari sejumlah negara. Ini karena pemilu kali ini sangat besar dari pemilu- pemilu sebelumnya.

Oleh karenanya kurang lebih 300 pemantau internasional diundang untuk menyaksikan langsung jalannya pemilu. Enam di antaranya dari Indonesia.

Keenam pemantau dari Indonesia itu berasal dari tiga organisasi, pertama Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Delegasi NAM CSSTC terdiri dari Dubes Diar Nurbiantoro, Eddy Supriyatno, dan Niken Supraba.Lalu dua pemantau KPU RI adalah Komisioner KPU RI Arif Budiman dan Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KPU RI Sumariyandono.

Sementara dari JMSI diwakili oleh Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang juga CEO RMOL Network Teguh Santosa.“Pemilu lokal Venezuela kali ini juga memiliki arti penting lain karena dipandang sebagai bagian dari pembicaraan damai antara kelompok yang saat ini berkuasa dengan kubu oposisi yang digelar beberapa waktu lalu di Meksiko,” ujar Teguh Santosa dalam keterangannya dari Caracas, Venezuela, Kamis 18 November 2021.

Ia menambahkan, dirinya merasa terhormat kembali dilibatkan dalam misi pemantauan internasional ini. Sebelum mega pemilu ini, Teguh juga memantau Pilpres 2018 lalu.

Dari 23 negara bagian Venezuela, pemantau pemilu internasional akan dikirimkan ke 8 negara bagian yakni  Caracas sebagai Capital District, Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, Zulia, Lara, dan Yaracuy.

Teguh mengatakan, dirinya akan memantau pemungutan suara Maracaibo, ibukota negara bagian Zulia yang berada di sisi barat Venezuela, sekitar 1 jam penerbangan dari Caracas.Zulia merupakan negara bagian dengan populasi terbanyak di Venezuela, yakni sekitar 4,4 juta jiwa.

Kota Maracaibo terbilang unik karena berada persis di pertemuan Teluk Venezuela dan Danau Maracaibo, dan merupakan negara bagian yang kaya minyak.

Selain di Venezuela, Teguh juga pernah memantau pemilu di Republik Federasi Mikronesia tahun 2009 dan referandum konstitusi di Kerajaan Maroko pada 2011.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Reses di Kota Tangerang, Michael Eka Sugiharto Kaget ada Wilayah Belum Miliki Posyandu

19 Februari 2026 - 19:05 WIB

Dewan Pers Respons Positif Usulan JMSI soal Perluasan Perlindungan HAM bagi Pekerja Pers

9 Februari 2026 - 08:17 WIB

Rayakan Milad ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Santunan Yatim Hingga Tanam Pohon di Sungai Cisadane

5 Februari 2026 - 17:26 WIB

Manajemen RSI Bersama Warga Perumahan Banten Serahkan Bantuan Simbolis untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

8 Januari 2026 - 13:51 WIB

Trending di Banten