Ikhtibar 5 Juz Ala LDII Bisa Jadi Role Model

0 504
TANGERANG- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki program pembinaan anak-anak agar memahami Al Quran. Di antarnya lewat Halaqoh dan  Ikhtibar 5 Juz.

Kegiatan halaqoh yang merupakan kelompok-kelompok penghapal Al Quran itu dilakukan di setiap pimpinan-pimpinan anak cabang LDII. Anak-anak selain menghapal Al Quran sekaligus memahami maknanya yang dipandu para mubaligh.

Kemudian kegiatan tersebut dilanjutkan dalam agenda rutin tahunan dalam bentuk Halaqoh Kubro dan Ikhtibar 5 Juz. Misalnya yang digelar LDII Kecamatan Larangan bekerja sama Yayasan Nurul Aini di Masjid Nurul Aini, Ahad (23/2/2020), anak-anak yang mengikuti kegiatan tes hapalan  itu sangat antusias.

Ikhtibar
Peserta Ikhtibar 5 Juz putri foto bersama dengan dewan pembina dan mubalig di Masjid Nurul Aini. (jagadbanten/wnb)
Ketua PC LDII Kecamatan Larangan Akbar Anwar mengatakan, bahwa LDII memiliki program pembinaan generasi muda yang berkelanjutan. Seperti lewat halaqoh dan ikhtibar 5 juz ini. “Dan ini bisa jadi role model masyarakat,” katanya.

Ia mengklaim lewat program ini banyak generasi muda LDII yang berhasil. Misalnya ada yang jadi mubalig, cendekiawan, dan peneliti. Dengan keilmuannya mereka jadi mandiri dan profesional. Karena itu LDII tak segan-segan mengundang pihak luar untuk mengetahui program ini dan boleh dijadikan role model.

Salah satu mubalig, Muhamad Sirun mengatakan, dalam kegiatan halaqoh dan ikhtibar 5 juz ini mereka dites hapalan Al Quran, terjemahan, dan tafsiran, kemudian soal maktab. “Jadi mereka tak sekedar hapal tapi juga paham isinya,” katanya.

Ikhtibar
Peserta Ikhtibar Juz 5 putri sedang dilakukan tes penghapalan Al Quran.(jagadbanten/wnb)

Menurunya, dengan memahami isi Al Quran maka jadi pedoman bagi dirinya dan juga masyarakat. Selain itu membentuk akhlakul karimah, menjadi contoh di masyarakat dan bukan menjadi pembawa masalah.

Sementara, mubalig Imam Rusdi menambahkan, digelarnya halaqoh dan ikhtibar bukan dalam rangka berlomba-lomba tetapi untuk memotivasi belajar mencari amal jariyah. “Jangan sampai hapal Al Quran tapi tidak paham, tidak pakih. Ini muhasabah kita. Karena itu mari kita niatkan karena Allah,” katanya.(wanbo)

Loading...