Menu

Mode Gelap
Agar Jadi Benteng Aqidah, Pelantikan Pengurus Permata Dihadiri Para Ulama dan Habaib

Pendidikan

Peran Pendidikan Akidah Akhlak Terhadap Pembentukan Karakter Siswa

badge-check


					Muniroh bersama sang suami.(ist) Perbesar

Muniroh bersama sang suami.(ist)

Oleh : MUNIROH, S.Pd.I, MA.

Penulis adalah Mahasiswa PPG UIN Mataram dan Kepala RA AZ-ZAHRA, Kp Pabuaran, Desa Dukuh, Cikupa,  Kabupaten Tangerang, Banten

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk sosial. Yang dalam menjalankan kehidupannya tidak terlepas dari bantuan orang lain. Salah satu hal yang menjadi peran penting dalam pelaksanaan hubungan sosial antar-sesama adalah adanya akhlak.

Seperti yang diketahui bahwa akhlak yang tidak lain adalah budi pekerti merupakan sebuah aspek dalam jiwa seseorang yang memicu untuk melakukan suatu perbuatan tanpa perencanaan.

Akhlak merupakan satu hal yang peranannya sangat penting karena akhlak merupakan pembeda antara manusia dengan hewan atau makhluk lainnya. Oleh karena itu, dalam kehidupan akhlak mempunyai andil yang besar. Manusia dikelilingi oleh manusia lainnya.

Islam yang dibawa dan diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. memiliki ajaran yang paling lengkap di antara agama-agama yang pernah diturunkan oleh Allah Swt kepada umat manusia. Kelengkapan Islam ini dapat dilihat dari sumber utamanya, Al-Quran, yang isinya mencakup keseluruhan isi wahyu yang pernah diturunkan kepada para Nabi.

Isi Al-Quran mencakup keseluruhan aspek kehidupan manusia, mulai dari masalah aqidah, syariah, dan akhlak, hingga masalah-masalah yang terkait dengan ilmu pengetahuan.

Semua umat Islam harus mendasari keislamannya dengan  pengetahuan agama Islam yang memadai, minimal sebagai bekal untuk menjalankan fungsinya di muka bumi ini, baik sebagai Akhlak kepada sesama manusia merupakan sikap antara manusia dengan orang lain.

Dalam kehidupan ini, selain manusia berinteraksi kepada Tuhan, manusia juga saling berinteraksi dengan manusia yang lain, bahkan manusia dengan alam.

Di sekolah seorang siswa berinteraksi dengan guru, teman, dan lingkungan sekolah Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha manusia untuk mendidik atau menjadikan seseorang itu beriman, bertaqwa dan memiliki akhlak yang mulia. Pendidikan akhlak sangatlah penting karena menyangkut sikap dan perilaku siswa dalam lingkungan sekolah ataupun keluarga.

Di lingkungan sekolah guru mendidik para siswa untuk mempunyai akhlak yang baik, sedangkan di lingkungan keluarga orang tualah yang mendidiknya.

Siswa dibekali akhlak untuk masa depan dan menjaga diri dari godaan-godaan di dunia, di antaranya internet yang sudah merajalela, kasus-kasus kekerasan, dan lain-lain.

Berbagai kegiatan pembinaan akhlak mulia siswa di sekolah, tentu tidak terlepas dari peran aktif seorang guru. Guru merupakan sosok penentu bagi keberhasilan proses pembinaan akhlak mulia yang dilakukan di sekolah, yang  membimbing dan mengajarkan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa, memiliki kemampuan untuk merancang program pembelajaran, serta mampu menata dan mengelola kelas agar siswa dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.Bagaimana akhlak yang baik terhadap sesama sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Hadits?

2.Bagaimana konsep pendidikan berkarakter pada siswa di sekolah?

C. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan kegiatan penelitian adalah untuk mengetahui akhlak terpuji terhadap sesama manusia sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah dan konsep pendidikan berkarakter di sekolah.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

a). Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan informasi mengenai akhlak terpuji sesuai dengan Al Qur’an dan Sunah.

b). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pijakan dan pedoman untuk mengembangkan penelitian-penelitian tentang konsep pendidikan karakter pada siswa di sekolah.

2. Manfaat Praktis

a). Bagi Peneliti, Sebagai bahan informasi tentang akhlak terpuji sesuai dengan Al Qur’an dan Sunah.

b). Bagi Guru

1). Memberikan arahan dan pedoman dalam proses belajar mengajar yang kaitannya dengan akhlak terpuji sesuai dengan Al Qur’an dan Sunah.

2). Membantu guru meningkatkan  wawasan cara tentang pembentukan karakter pribadi siswa yang baik.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Akhlak

Akhlak berasal dari bahasa Arab dari kata khuluk yang berarti tingkah laku, tabiat atau perangai. Secara istilah, akhlak yaitu sifat yang dimiliki seseorang, telah melekat dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut.

Kata Akhlak disebutkan dalam Al-Qur’an “Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.” (QS Shad : 46).

Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa akhlak adalah salah satu sifat yang tertanam di dalam jiwa manusia yang dapat menimbulkan suatu perbuatan yang mudah dilakukan tanpa adanya pertimbangan pemikiran lagi.

Dari uraian di atas, dapat disimppulkan bahwa akhlak adalah sifat yang dimiliki seseorang, telah melakat dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut.

B. Macam-macam Akhlak

1. Akhlakul Mahmudah

Akhlak terpuji atau akhlakul mahmudah yaitu golongan akhlak yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim. Akhlakul mahmudah meliputi sifat sabar, jujur, rendah hati, dermawan, sopan, gigih, rela berkorban, adil, bijaksa, lembut dan santun, tawakal, dan masih banyak lagi.

Seorang muslim yang memiliki akhlakul mahmudah, dalam kehidupan sehari-hari akan menjaga tutur kata dan perbuatannya. Sebagai seorang muslim, sudah menjadi sebuah keharusan untuk menjaga akhlakul mahmudah dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat akhlakul Mahmudah, di antaranya sebagai berikut. Dicintai oleh Rasulullah SAW. Keutamaan memiliki akhlak yang terpuji (akhlakul mahmudah) yaitu dicintai oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmizi, disebutkan bahwa seorang muslim yang memiliki sifat terpuji akan dekat dengan Rasulullah SAW.

Sebagaimana dalam hadist berikut ini, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang paling saya cintai dan paling dekat dengan tempat saya kelak di hari kiamat adalah mereka yang memiliki akhlak mulia. Sementara orang yang paling saya benci dan tempatnya paling jauh dari saya kelak di hari kiamat adalah mereka yang keras dan rakus, suka menghina dan sombong.” (HR. Tirmizi).

2. Akhlak Tercela (Akhlakul Mazmumah)

Akhlak tercela atau akhlakul mazmumah yaitu golongan akhlak atau tindakan buruk yang harus dihindari oleh setiap manusia. Akhlak mazmumah ini harus dijauhi karena dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Beberapa contoh akhlakul mazmumah yaitu sifat sombong, iri, dengki, tamak, hasad, takabur, ghibah, dan lain sebagainya. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita menjauhi akhlakul mazmumah. Hal ini karena akhlak ini sangat dibenci oleh Allah SWT.

C. Pendidikan Karakter Pada Siswa Di Sekolah.

Menurut Kamus Modern Bahasa Indonesia karakter adalah watak, tabiat, pembawaan, kebiasaan, watak adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku, budi pekerti, tabiat.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk dengan berbagai karakter, baik karakter buruk, maupun karakter baik. Pembentukan karakter dapat dimulai sejak anak usia Dini, sehingga karakter anak mudah terbentuk. Sebenarnya pembentukan bukan hanya tugas guru tetapi orangtua pun sangat berperan.

Karakter pendidikan harus dimasukkan ke dalam iklim dan rutinitas sehari-hari di sekolah. Karakter yang dimaksud antara lain: tanggung jawab, ketekunan, disiplin, dan jujur.

Pada zaman sekarang, pembangunan karakter disekolah adalah sebuah kebutuhan. Sekolah tidak lagi hanya sebagai tempat untuk belajar bidang akademik tetapi juga sebagai tempat pembangunan karakter siswa.

Dengan demikian diharapkan nantinya sekolah menghasilkan lulusan berkualitas yaitu lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter. Karakter yang dimaksud disini tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai moral agama yang menjadi bekal dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada zaman sekarang, pembangunan karakter disekolah adalah sebuah kebutuhan. Sekolah tidak lagi hanya sebagai tempat untuk belajar bidang akademik tetapi juga sebagai tempat pembangunan karakter siswa.

Pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk membentuk pribadi siswa sesuai dengan Akhlakul karimah sesuai dengan Al Qur’an dan Sunah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dengan demikian diharapkan nantinya sekolah menghasilkan lulusan berkualitas yaitu lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter.

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis dapat mengemukakan beberapa saran yaitu sebagai berikut:

1. Diharapkan agar penelitian ini menjadi  sumber  informasi tentang akhlak terpuji sesuai dengan Al Qur’an dan Sunah.

2. Pendidikan di sekolah sangat penting dilaksanakan di sekolah karena akan membentuk karakter siswa yang baik.

 

DAFTAR PUSTAKA

A. BUKU

Sofan Amri, S.Pd., Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran, Jakarta;Prestasi Pustaka, 2011.

B. INTERNET

Addina Zulfa Fa’izah, Pengertian Akhlak dalam Islam, https://www.merdeka.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota DPRD Kota Tangerang Menanggapi Ketidakhadirannya di Haul Syekh Nawawi

28 April 2026 - 23:17 WIB

Halal Bihalal IWAPI Diisi Talk Show Kesehatan dari Mayapada Hospital Tangerang

28 April 2026 - 21:17 WIB

BPJS Kesehatan Bahas Reaktivasi PBI JK, Pastikan Masyarakat Tetap Terlindungi

28 April 2026 - 14:35 WIB

BPJS Kesehatan dan Kemenimipas Perkuat Perlindungan JKN bagi Warga Binaan

27 April 2026 - 22:01 WIB

Trending di Ekonomi