Menu

Mode Gelap
Ekskul Karate Ikut Meriahkan MPLS Ramah SMPIT ISLAMICITY Tangerang Festival Cisadane 2026: Ajang Hiburan Masyarakat hingga Kampanye Jaga Ekosistem Lingkungan Meriahkan MPLS SDN Neglasari 2 Kota Tangerang, Karateka Sekolah Tampil Gemilang Andra Soni Letakan Tiang Pertama Pembangunan Masjid Al Mubarokah Gaga di Larangan Kota Tangerang Ilyas Fadilah Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua PK Golkar Jatiuwung Kota Tangerang Kota Tangerang Raih Juara 2 MTQ XXIII Banten

Tangerang Raya

Proyek Normalisasi Draninase di Kompleks Mekarasri II Panongan Disoal

badge-check

Seorang anak melintas di lokasi proyek normalisasi draninase di Kompleks Mekarasri II Panongan.(ist)

Perbesar

Seorang anak melintas di lokasi proyek normalisasi draninase di Kompleks Mekarasri II Panongan.(ist)

Tangerang, Jagadbanten.id – Proyek normalisasi drainase di wilayah RT 03/06 Kompleks Mekarasri II, Kelurahan Mekarbakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, disoal.

 

Pasalnya, proyek yang disebut-sebut menggunakan dana APBD Kabupaten Tangerang itu, tidak terdapat plang atau papan proyek yang menunjukkan kegiatan tersebut.

 

Selain itu, kegiatan ini tidak ada konfirmasi sebelumnya kepada warga yang terdampak pengerjaan. Pihak RT hanya memberikan selebaran surat pemberitahuan jika kegiatan tersebut akan dijalankan mulai Kamis 14 April 2022.

 

“Ujuk-ujuk kita dikasih surat sama Ketua RT kalau ada kegiatan normalisasi drainase. Ya, buat kita enggak ada masalah, bagus-bagus aja, karena di kompleks kita ini kan kerap banjir setelah peninggian jalan cor pada saat menjelang Pemilu 2019 lalu, yang katanya pagu dewan,” ujar Widi Hatmoko, salah seorang warga yang terdampak proyek pembangunan tersebut, Senin 18 April 2022.

 

Namun dalam pengerjaan ada kejanggalan, menurut Widi pada hari Kamis kemarin, tiba-tiba kok ada pembongkaran macam-macam, dan banyak tumpukan puing di pinggir jalan. Ini kan jadi masalah.

 

Ia menyayangkan, dalam kondisi warga yang sedang menunaikan ibadah puasa dan harus dihadapkan dengan persoalan puing-puing di depan rumah, ditambah dampak pemulihan bangunan yang sudah dibongkar, ini akan menjadi beban masyarakat.

 

“Bukan menyelesikan masalah malah nambah masalah. Sabar dong, tunggu setelah lebaran, biar kondisi warga juga udah agak longgar. Apalagi ini kan tidak ada konfirmasi soal perbaikan bekas bangunan yang dibongkar-bongkar. RT-nya juga kok enggak mikir sampai di situ, hanya evoria dapat bantuan, tapi tidak memikirkan dampak dan mana yang harus lebih didahulukan,” ketusnya.

 

Lagi pula, ujar pria yang berlatar belakang Jurnalis dan saat ini tengah gencar-gencarnya bicara soal lingkungan itu, proyek normalisasi ini tidak tepat sasaran. Pasalnya, ada saluran utama yang lebih penting untuk dinormalisasikan ketimbang saluran yang ujungnya buntu, alias tidak ada tempat pembuangannya.

 

“Saluran yang saat ini ada kondisinya masih baik-baik saja, persoalannya kan di saluran utama yang butuh dinormalisasi, agar proses pembuangan air pada saat banjir lebih cepat terurai. Saya juga enggak tahu, siapa yang bikin ide ini? Kok enggak ngerti banget soal lingkungan. Ini kan hanya buang-buang anggaran dan tidak tepat pada sasaran dan persoalan yang paling krusial,” bebernya.

 

“Persoalan volume banjir setiap kali terjadi hujan, ini kan karena dampak dari peninggian jalan cor, banyak rumah-rumah warga yang sekarang hampir sejajar dengan jalan, sehingga kalau hujan air masuk ke rumah. Nah, kalau berpikir untuk mengurai persoalan banjir, ya dinormalisasikan dulu pada saluran utama semua, atau membuat embung, tandon air untuk penampungan air saat hujan. Bukan malah cuma proyek seuprit tapi bikin repot,” tandas Widi, menambahkan.

 

Proyek Normalisasi Draninase di Kompleks Mekarasri II Panongan Disoal
Normalisasi drainase di wilayah RT 03 RW 06 Kompleks Mekarasri II, Kelurahan Mekarbakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.(ist)

 

Widi juga sempat menghubungi pihak kelurahan lewat seluller. Kepala Kelurahan Mekarbakti, H. Mansyur menyebut bahwa terkait berjalannya kegiatan proyek tersebut, pihaknya tidak tahu-menahu. Mansyur hanya menyebut jika proyek itu adalah pagu salah satu anggota DPRD di Dapil tersebut.

 

“Pagu dewan (sambil menyebutkan namanya-red) katanya,” ujar H. Mansyur.Sementara itu, Sekretaris Lurah (Sekel) Mekarbakti, Bay, mengungkapkan, kegiatan di Mekarasri II secara teknis ada di bawah kendali langsung kecamatan.“PPTK kegiatannya ada di kecamatan,” kata Bay singkat. ****

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ekskul Karate Ikut Meriahkan MPLS Ramah SMPIT ISLAMICITY Tangerang

16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Festival Cisadane 2026: Ajang Hiburan Masyarakat hingga Kampanye Jaga Ekosistem Lingkungan

14 Juli 2026 - 22:51 WIB

Meriahkan MPLS SDN Neglasari 2 Kota Tangerang, Karateka Sekolah Tampil Gemilang

14 Juli 2026 - 12:52 WIB

Andra Soni Letakan Tiang Pertama Pembangunan Masjid Al Mubarokah Gaga di Larangan Kota Tangerang

13 Juli 2026 - 12:28 WIB

Trending di Lifestyle