Menu

Mode Gelap
Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang, Pria Berinisial K Minta Bantuan ke Wali Kota Mayapada Hospital Tangerang Banyak Layani Pasien BPJS Kesehatan Muscab II APJI Kota Tangerang Berjalan Lancar dan Sukses Pilih Ketua Baru Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi Tiga Masjid Pascabencana Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan Rini Maryono: Posyandu di Porisgaga Baru Agar Laksanakan 6 Standar Pelayanan Minimal Rekayasa Lalin di Jembatan Bayur, Polisi dan PUPR Pasang Pembatas Beton

Banten

Sungai Kebalen Bikin Banten Banjir, Peziarah Terganggu

badge-check


					Warga Kebalen protes banjir Perbesar

Warga Kebalen protes banjir

SERANG – Kawasan Masjid Agung Banten Lama tergenang banjir. Hal tersebut membuat para peziarah tak nyaman berkunjung ke kawasan yang sedang direvitalisasi Pemprov Banten tersebut.

“Males mas jadinya kalua banjir begini kita mau ziarah jadi bingung,” ucap Suwartini, warga Lopang, Kamis (23/1/2020).

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyayangkan hal tersebut. “Mendapat laporan dari warga terjadi banjir lagi di lokasi tersebut, saya langsung cek untuk kedua kalinya. Banjir juga merendam kawasan masjid Banten Lama yang bikin tidak nyaman peziarah dan wisatawan yang berkunjung,” kata Budi dihubungi Jagadbanten.id.

Selain itu, banjir juga menganggu aktivitas belajar murid di dua sekolau di Pamarican, Kelurahan Banten akibat penyempitan aliran sungai. “Kedua kalinya saya berkunjung ternyata di aliran Sungai Kebalen yang melintasi beberapa kampung di Kelurahan Banten, banyak timbul surat SPPT dan ini menurut saya patut dipertanyakan,” jelasnya.

Mengenai terbitnya banyak SPPT tersebut, ia meminta koordinasi dengan Polsek Kasemen dan Polres Serang Kota untuk mengusutnya. “Sebenarnya seperti apa. Kalau secara kasat mata Undang-undangnya aliran sungai ini punya negara bukan milik pribadi banyak dimanfaatkan oleh petambak lalu di kampung Sukajaya area sungai Kebalen dibangun pondasi milik perorangan. Ini secepatnya harus dicarikan solusi,” ujarnya.

Akibat alih fungsi area Sungai Kebalen tersebut menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir yang merendam permukiman dan dua sekolah di Pamarican, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

“Kalau tidak secepatnya dibongkar akan terjadi permasalahan banjir, dan jangan sampai terjadi malapetaka yang besar, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan harus diantisipasi,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Bumi, Banksasuci Foundation dan JMSI Banten Tanam 1.000 Pohon di Situ Cihuni

22 April 2026 - 21:59 WIB

Kembali Pimpin IHKA Banten, Slamet Suprianto Akan Inisiasi BPC Bandara

19 April 2026 - 23:57 WIB

Reses di Kota Tangerang, Michael Eka Sugiharto Kaget ada Wilayah Belum Miliki Posyandu

19 Februari 2026 - 19:05 WIB

Dewan Pers Respons Positif Usulan JMSI soal Perluasan Perlindungan HAM bagi Pekerja Pers

9 Februari 2026 - 08:17 WIB

Trending di Banten