Menu

Mode Gelap
PNM Siapkan Mental Wirausaha bagi Ribuan Siswa SMK se-Indonesia Kamilla Azzahra Rilis Hate To The Moon Komisi 1 Tegaskan Penyesuaian Izin Hotel Aston Cimone Harus Segera Dilakukan Police Goes To School, Polisi Ajak Pelajar SDN Cibodas Tertib Berlalu Lintas DPRD Kota Tangerang Dorong Peran Olahraga Masyarakat Melalui KORMI Roji: Kawan-kawan Agar Lebih Giat Rawat Sapi, Supaya Dibeli Presiden

Banten

Kalapas Perempuan Klas II A Tangerang Diganti

badge-check


					Kalapas Perempuan Klas II A Tangerang Diganti Perbesar

Kalapas Perempuan Klas II A Tangerang Diganti

TANGERANG – Jabatan Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Klas IIA Tangerang berganti. Program rehabilitasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) pun menjadi sorotan.

Serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kakanwil Kemenkumham Banten Imam Suyudi ini berlangsung di aula Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang, Senin (20/1/2020).

Dalam sertijab ini, Herlin Candrawati menyerahkan jabatan Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang kepada Rafni Trikoriaty Irianta.

Diketahui, Herlin akan menjabat Kepala LPP Pondok Bambu Jakarta Timur. Sedangkan Rafni sebelumnya menjabat Kepala Lapas Perempuan Kelas II Bandung.

Kakanwil Kemenkumham Banten Imam Suyudi mengatakan, Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang merupakan pusat kegiatan kemandirian bagi WBP.

Pusat kemandirian itu, kata Imam, berupa rehabilitasi sosial dan medis terutama bagi WBP kasus narkoba yang jumlahnya sekitar 80 persen dari total penghuni Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang.

“Kegiatan ini sudah dirintis kalaper. Dan kalaper yang baru, saya kira tinggal meneruskan kepada stakeholder terkait, untuk lebih banyak mengimplementasikan kegiatan yang membangun rehabilitasi sosial dan medis,” jelas Imam.

Imam mendorong kalapas baru untuk mempertahankan relasi dengan stakeholder yang telah terjalin. Ia juga ingin Rafni berkolaborasi dengan BNN maupun Kemenkes untuk menerapkan program rehabilitasi sosial dan medis.

“Kalau rehab sosial kami bisa, tapi rehab medisnya belum. Maka harus ada kolaborasi berbagai pihak. Dua pekerjaan rumah itu segera diformulasikan lagi dalam rangka meningkatkan dan membangun pemberdayaan warga binaan ini supaya punya keterampilan dan keahlian,” paparnya.

Sementara Herlin mengungkapkan, hasil urine WBP di Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang kini diklaim seluruhnya negatif. Namun, kata dia, rehabilitasi harus tetap dilaksanakan.

“Artinya disarankan tetap dilakukan karena mereka backgroundnya gitu. Revitalisasi tetap dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia menuturkan sejumlah inovasi di Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang telah dicanangkan, terutama dalam pelayanan publik maupun WBP.

“Salah satu inovasinya di lapas ini transaksi sudah mengunakan tap cash. Saya mohon semua inovasi dipertahankan, bahkan dikembangkan,” imbuhnya.

Rafni mengaku saat ini ia masih proses beradaptasi dalam membenahi Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang. Proses beradaptasi ini tak memakan waktu lama.

Sebab, ia mengaku sangat berpengalaman menjadi Kalapas, terlebih ia juga merupakan mantan Kepala Perempuan Klas IIA Tangerang pada tahun 2009.

“Saya bisa melanjutkan program – program yang ada. Syukur-syukur mempertahankan. Karena saya 9 bulan lagi pensiun,” katanya.

“Saya belum lihat apa yang harus dibenahi dan kembangkan. Tapi yang jelas program pusat sama saja. Saya paham karena beberapa kali sudah pindah ke lapas-lapas,” imbuhnya. (HMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Bumi, Banksasuci Foundation dan JMSI Banten Tanam 1.000 Pohon di Situ Cihuni

22 April 2026 - 21:59 WIB

Kembali Pimpin IHKA Banten, Slamet Suprianto Akan Inisiasi BPC Bandara

19 April 2026 - 23:57 WIB

Reses di Kota Tangerang, Michael Eka Sugiharto Kaget ada Wilayah Belum Miliki Posyandu

19 Februari 2026 - 19:05 WIB

Dewan Pers Respons Positif Usulan JMSI soal Perluasan Perlindungan HAM bagi Pekerja Pers

9 Februari 2026 - 08:17 WIB

Trending di Banten