Menu

Mode Gelap
Roji: Kawan-kawan Agar Lebih Giat Rawat Sapi, Supaya Dibeli Presiden Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang, Pria Berinisial K Minta Bantuan ke Wali Kota Mayapada Hospital Tangerang Banyak Layani Pasien BPJS Kesehatan Muscab II APJI Kota Tangerang Berjalan Lancar dan Sukses Pilih Ketua Baru Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi Tiga Masjid Pascabencana Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan Rini Maryono: Posyandu di Porisgaga Baru Agar Laksanakan 6 Standar Pelayanan Minimal

Banten

Warga Pandeglang Tolak Subsidi Gas Melon Dicabut

badge-check


					Elpiji Perbesar

Elpiji

PANDEGLANG – Pemerintah akan mencabut subsidi gas elpiji 3 kilogram atau gas melon. Namun kebijakan ini justru ditentang masyarakat. Khusunya warga Pandeglang.

Tirto salah satu warga Banjar mengaku menolak wacana tersebut karena dinilai banyak masyarakat yang bergantung pada gas melon.

Sementara Saiful warga kecamatan Mekarjaya meminta agar kebijakan pencabutan subsidi gas melon dibatalkan. “Menyusahkan masyarakat dan kami nanti jadi kemahalan beli gas,” katanya, Kamis (23/1/2020).

Sedangkan Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menolak wacana pemerintah pusat yang akan mencabut subsidi gas elpiji 3 kilogram. Sebab, banyak masyarakat kalangan menengah ke bawah yang bergantung pada gas melon tersebut.

Kata dia, jika ada kerugian yang disebabkan dari adanya subsidi, sebaiknya pemerintah memperketat regulasi atau penyalurannya bukan malah mencabut subsidi. Sebab dengan dihapuskan subsidi untuk gas 3 kilogram masyarakat kecil jelas merasa diberatkan.

“Sangat prihatin dan tidak setuju. Karena ketika dicanangkan dulu itu kan untuk warga miskin. Kami harap ditunda karena ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat kecil. Walaupun sekarang banyak kerugian, saya rasa kerugian itu karena dimanfaatkan oleh orang menengah ke atas,” kata Tanto.

Ia berharap pemerintah pusat memperbaiki sistem pendistribusian dan pengawasan gas elpiji 3 kilogram bukan menghapus subsidinya. Dengan begitu, masyarakat yang notabenenya mampu, tidak bisa memanfaatkan fasilitas bagi warga miskin.

Tanto khawatir, jika subsidi gas elpiji 3 kilogram dicabut akan menyebabkan inflasi. Apalagi, saat ini Pemkab Pandeglang sedang kembali memulihkan ekonomi yang hancur akibat tsunami Selat Sunda.

“Oleh karena itu perlu ada perbaikan manajemen saja dalam distribusi, tidak dipangkas subsidinya sehingga tepat sasaran bagi masyarakat miskin,” jelasnya. (dhe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Bumi, Banksasuci Foundation dan JMSI Banten Tanam 1.000 Pohon di Situ Cihuni

22 April 2026 - 21:59 WIB

Kembali Pimpin IHKA Banten, Slamet Suprianto Akan Inisiasi BPC Bandara

19 April 2026 - 23:57 WIB

Reses di Kota Tangerang, Michael Eka Sugiharto Kaget ada Wilayah Belum Miliki Posyandu

19 Februari 2026 - 19:05 WIB

Dewan Pers Respons Positif Usulan JMSI soal Perluasan Perlindungan HAM bagi Pekerja Pers

9 Februari 2026 - 08:17 WIB

Trending di Banten